Detik-Detik Mahasiswa Universitas Padang Tertembak Peluru Nyasar

Sedang Trending 6 jam yang lalu

Padang, CNN Indonesia --

Insiden penembakan nan diduga peluru nyasar terjadi di Kampus Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat (Sumbar) pada Selasa (2/6) petang.

Peristiwa itu menyebabkan dua orang dan dilarikan ke Rumah Sakit Hermina Padang untuk mendapat perawatan medis. Salah satu korban diketahui merupakan mahasiswa dan satu lainnya family mahasiswa.

"Memang iya ada mahasiswa UNP nan diduga terkena tembakan peluru nyasar," kata Sekretaris UNP, Erianjoni kepada wartawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mahasiswa sosiologi dan satu korban lainnya adalah family mahasiswa nan sedang menunggu," sambungnya.

Erianjoni menerangkan kejadian dugaan peluru nyasar tersebut terjadi pada sore hari di sekitar area Rektorat. Saat kejadian, mahasiswa tengah merayakan hasil ujian seminar proposal.

"Biasa anak-anak lenyap ujian Seminar Proposal, merayakan dengan bersukacita dengan teman-teman. Lalu, mereka terkena tembakan peluru nyasar. Mahasiswa itu perempuan. Satu lagi family mahasiswa nan sedang menunggu adiknya sepertinya," tutur dia.

Sementara itu, menurut keterangan tertulis, Humas UNP menjelaskan kronologi penembakan tersebut.

Menurutnya, kejadian tersebut terjadi pada Selasa sore sekitar pukul 17.00 WIB. Diduga peluru berasal dari letak Latihan Tembak TNI di Lapai, nan berjarak 800 meter dari kampus Induk Universitas Negeri Padang (UNP) Air Tawar Padang.

"Akibat peristiwa kecelakaan ini menyebabkan dua korban terkena peluru tersebut ialah Nova Wirantika (25 Tahun) mahasiswi Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNP dan Guruh Guino (bukan mahasiswa UNP) nan merupakan kawan dari salah seorang mahasiswa UNP. Kedua korban dalam posisi duduk berbareng dengan teman-temannya di alun-alun depan Rektorat UNP," tulis UNP.

Rektor UNP Krismadinata nan saat itu berada di sekitar TKP, langsung turun tangan dengan menghubungi pihak Pangdam XX Tuanku Imam Bonjol dan Komandan Batalyon 133, termasuk KABINDA serta Polsek Padang Utara untuk berkoordinasi mengenai dengan peristiwa tersebut.

"Di saat berbarengan Tim medis UNP segera melarikan korban ke Rumah Sakit terdekat RS Hermina Padang dengan menggunakan ambulans UNP untuk penanganan segera. Korban Nova Wirantika kudu menjalani operasi malam ini, lantaran selongsong peluru tetap bersarang di paha kirinya, sedangkan setelah mendapat tindakan medis di RS Hermina," ujarnya.

Lalu korban Guruh Guino telah ditangani oleh tim medis dan dipindahkan untuk proses pemulihan di RS Tentara Rekso Sudiryo Ganting Padang.

"Dalam penanganan kecelakaan pihak Pangdam Tuanku Imam Bonjol sangat bertanggung jawab mulai dari Pangdam Mayjen TNI Arief Gajah Mada, Kasdam, Danrem, Dandim, dan staf TNI lain serta beberapa master TNI datang di RS Hermina untuk memberikan pertolongan segera," lanjutnya.

Sementara itu, Kapendam XX Tuanku Imam Bonjol, Letkol Kav Taufiq membenarkan adanya dugaan peluru nyasar nan mengenai mahasiswa di UNP. Kendati demikian pihaknya tetap melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal penembakan tersebut.

"Memang betul ada kejadian, ada dua masyarakat kita nan kena peluru nyasar, namun nan belum bisa dipastikan apakah peluru itu berasal dari personil kodam kita nan sedang latihan alias bukan," ungkapnya.

Ia juga mengatakan pada saat kejadian, ada aktivitas latihan penembakan nan dilakukan dari pagi hingga sore hari. 

"Latihan nan dilakukan Batalion DTP Singgalang itu dari pagi hingga sore menggunakan senjata laras panjang. Lokasi latihan sekitar 800 meter dari kampus," katanya.

Menurutnya saat ini TNI konsentrasi pada penanganan korban dan melakukan investigasi lanjutan. TNI juga menyatakan bakal menanggung semua pembiayaan alias perawatan sampai korban sembuh.

Pantauan CNNIndonesia.com, area sekitar UNP dijaga ketat oleh abdi negara usai kejadian tersebut. Selain itu, pengamanan ketat juga terpantau di RS Hermina Padang tempat korban dirawat.

(dis/ned/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional