Destry Sebut Nilai Tukar Rupiah Lawan Dolar AS Harusnya Tak Serendah Sekarang

Sedang Trending 58 menit yang lalu

Jakarta -

Calon Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti bicara soal rupiah nan semestinya bisa lebih rendah dari posisi saat ini. Menurutnya, pelemahan rupiah nan terjadi disebabkan oleh sentimen jangka pendek dari ketidakpastian global.

Adapun berasas info Bloomberg, diketahui nilai tukar rupiah berada pada level Rp 17.725, melemah tipis 0,01% terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pukul 13.50 WIB.

"Kalau kita lihat pergerakan dari rupiah itu sendiri, sebenarnya jika ngelihat dari aspek fundamental, kemudian termasuk juga apa nan terjadi di Amerika, di dunia dengan ketidakpastian nan tinggi, itu nilai rupiah kita sebenarnya bisa lebih rendah dari sekarang," ungkap Destry dalam Fit and Proper Test Calon Gubernur BI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain lantaran ketidakpastian global, Destry menyebut pelemahan rupiah lantaran adanya sentimen dari pasar global. Akumulasi dua sentimen tersebut nan menyebabkan turunnya nilai tukar rupiah.

"Masalahnya ada sentimen, market sentimen itu mungkin bisa timbulnya macam-macam, termasuk dunia sentimen. Ini berkumpul jadi satu, sehingga ini nan menyebabkan pergerakan rupiah itu menjadi seperti sekarang ini," terangnya.

Padahal secara esensial jangka panjang, Destry menyebut ekonomi Indonesia tetap sangat stabil. Saat ini, BI juga tetap melakukan sejumlah intervensi terhadap pasar finansial di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk menjaga nilai tukar rupiah.

Salah satu pekerjaan rumah (PR) nan bakal dilakukan Destry ke depan adalah memperkuat posisi neraca perdagangan Indonesia nan mengalami defisit. Langkah ini menjadi upaya menjaga esensial ekonomi nasional sekaligus stabilitas nilai tukar rupiah.

"Kita punya tantangan sektor eksternal, sektor eksternal kita ialah mengenai dengan gimana dari neraca di balance of payment kita. Jadi menjadi PR tentunya bagi kita semua, pemerintah, Bank Indonesia dan juga semua masyarakat kita adalah gimana agar ekspor kita bisa kita tingkatkan, kemudian jasa," pungkasnya.

(acd/acd)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance