Denny Sumargo Bersama dengan Istrinya Olivia, Ibu Sherly Djoanda, Caitlin Halderman dalam aktivitas Press Conference movie Baby Udon di CGV Grand Indonesia. Rabu (26/8).(MI/Netty Fatmawati Pane)
AKTOR sekaligus pembuat konten Denny Sumargo mengungkap kisah Fanny Kondo menjadi argumen dirinya terlibat dalam pengembangan movie Baby Udon. Denny mengaku awalnya tidak pernah mempunyai kemauan membikin film. Namun, setelah mendengar kisah Fanny dan mendapat dorongan dari sang istri, Olivia, dia memandang cerita tersebut mempunyai pesan nan layak dibawa ke layar lebar.
Kisah Fanny sebelumnya dibagikan melalui podcast Denny dan dinilai mempunyai daya emosional kuat lantaran mengangkat perjuangan mendapatkan keturunan, keluarga, cinta, serta kehilangan. Film Baby Udon dijadwalkan tayang pada 3 September.
Kisah Fanny Menggerakkan Denny
Denny mengatakan dirinya langsung tersentuh ketika pertama kali mendengar perjalanan hidup Fanny. Ia memandang kisah tersebut tidak hanya menarik untuk difilmkan, tetapi juga dapat memberikan angan bagi orang-orang nan menghadapi perjuangan serupa.
“Waktu saya mendengar ceritanya Fanny Kondo itu, gimana ya, hatiku tuh bergetar. Terus pada saat Fanny podcast, saya memandang cerita ini bisa memberikan angan untuk banyak orang, pejuang garis dua, dari saya salah satunya, lampau pejuang kanker, lampau single mother,” ujar Denny.
Setelah mendengar kisah tersebut, Denny kemudian menghubungi Fanny. Menurutnya, Fanny telah mendapat tawaran dari sejumlah pihak, tetapi memilih bekerja sama dengannya lantaran merasa Denny memahami posisi nan sedang dihadapinya.
Dorongan dari Sang Istri
Keputusan Denny untuk membawa kisah Fanny ke layar lebar juga tidak terlepas dari dorongan istrinya, Olivia. Denny mengaku membikin movie bukan bagian dari rencana hidupnya.
“Gue itu nggak pernah pikir dan berambisi bikin film. Jauh dari mimpi gue, gue nggak punya keinginan-keinginan itu. Tapi ketika istri gue meminta gue, gue merasa apa mungkin ada sesuatu nan Tuhan mau sampaikan lewat medium rasa ini,” kata Denny.
Dalam transkrip nan tersedia, tidak terdapat quote langsung Olivia mengenai proses pembuatan Baby Udon. Karena itu, pernyataan Olivia tidak ditambahkan agar tulisan tetap berasas sumber dan tidak mengarang kutipan.
Bukan Sekadar Film
Denny menyebut proses pengembangan Baby Udon berjalan sekitar satu tahun dan tidak mudah. Tantangan utamanya adalah merangkum kisah hidup Fanny nan luas menjadi sebuah movie tanpa menghilangkan prinsip cerita.
“Perjalanan cukup panjang, satu tahunan. Hampir gagal. Jadi kesulitan kita itu adalah gimana nge-develop cerita ini nan hidupnya Fanny nan begitu luas itu kita kerucutkan berbareng dengan Mbak Oka,” ujarnya.
Denny menegaskan Baby Udon bukan sekadar tontonan.
“Saya lihat ini bukan hanya sekadar film. Ini adalah sebuah cerita, sebuah pengalaman, sebuah momen nan saya minta ikut berbareng kalian pulang,” kata Denny.
Melalui movie ini, Denny berambisi perjuangan Fanny dapat menjadi pengalaman emosional sekaligus memberikan pesan bagi penonton tentang cinta, keluarga, dan kesetiaan.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·