Demokrat: Ambang Batas Parlemen Menguat di 4 sampai 5 Persen

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Dede Yusuf mengatakan para ketua umum partai politik telah berjumpa untuk membahas RUU Pemilu

Dede menyebut saat ini ada beberapa opsi materi dalam RUU Pemilu, salah satunya merujuk putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, di luar itu, pihaknya juga mengkaji opsi-opsi nan disampaikan koalisi masyarakat dan para pemerhati pemilu.

Menurut Dede, dari sejumlah materi nan dibahas, poin perubahan periode pemisah parlemen mulai mengerucut di angkat 4-5 persen. Dia bilang nomor tersebut paling masuk logika dan banyak dipakai negara lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah, memang nomor 4 alias 5 persen ini nan paling kuat. Tetapi saya belum tahu, jika sudah diputuskan alias belum," kata Dede di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selasa (15/9).

Selain periode pemisah parlemen, Dede mengungkap poin nan tetap menjadi obrolan alot adalah mengenai rekayasa konstitusional usai periode pemisah presiden dihapuskan.

DPR, kata dia, tetap mempertimbangkan aspek efektivitas kendati periode pemisah pencalonan presiden telah dihapus MK.

"Saya rasa itu belum ada keputusan. Kita tunggu saja kelak hasilnya. Kami Komisi II, sebenarnya sudah tahu kisi-kisinya," ujarnya.

Sebelumnya PKS dan Golkar juga sudah berjumpa untuk membahas RUU Pemilu. Kedua partai antara lain menyepakati poin perubahan periode pemisah parlemen dari 4 menjadi 5 persen.

"Misal tentang parliamentary threshold. Kita bersepaham di nomor nan moderat saja, kira-kira 5 persen," ujar Sekjen Partai Golkar, Muhammad Sarmuji saat dikonfirmasi, Selasa (15/9). 

(thr/fra)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional