Dedi Mulyadi Dorong Kemkomdigi Tegas Berantas Judi Online

Sedang Trending 4 bulan yang lalu
Dedi Mulyadi Dorong Kemkomdigi Tegas Berantas Judi Online Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi(MI/Reza Sunarya)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti ancaman serius praktik judi online (judol). Bahkan, dia menilai perihal tersebut dapat merusak stabilitas perekonomian masyarakat.

Hal ini disampaikan Dedi saat menghadiri pengukuhan kepala Bank Indonesia Jawa Barat, di Bandung, Senin (11/5). Dedi meminta pihak mengenai agar tegas untuk menutup praktik judol demi menyelamatkan finansial dan menjaga daya beli masyarakat.

"Kemkomdigi kudu bisa mengunci," katanya. Selain gambling online, Dedi juga menyebut praktik pinjaman online sangat merusak perekonomian masyarakat.

Dedi menjelaskan, Jawa Barat saat ini tercatat sebagai nomor penggunaan pinjaman online nan sangat tinggi. Ia menilai karakter pinjol terlarangan jauh lebih merusak dibandingkan praktik rentenir konvensional alias nan berkawan disapa 'bank emok'.

​"Uangnya ini lebih jahat daripada bank emok, lantaran perputaran uangnya tidak di sini (daerah), tapi lari ke luar," katanya. Bahkan, dia menilai kedua aktivitas tersebut tidak hanya menghancurkan ketahanan finansial keluarga, tetapi juga berakibat pada pelemahan nilai tukar rupiah secara akumulatif akibat aliran biaya nan menguap ke ekosistem ilegal.

​"Judi online ini sangat kuat merusak ekonomi dan melemahkan rupiah di Jawa Barat. Dua perihal ini, pinjol dan judol, kudu diselesaikan bersama-sama," tegasnya.

​Ia meyakini, jika kedua persoalan ini dapat diberantas, Jawa Barat bakal mempunyai pondasi nan lebih kuat untuk menciptakan stabilitas ekonomi dan kelancaran pembangunan. Dedi memandang bahwa ekonomi nan sehat berakar pada penggunaan finansial nan produktif, bukan spekulatif alias konsumtif melalui jeratan utang digital.

​Di akhir pernyataannya, Dedi kembali mengingatkan pentingnya menjaga harmoni, baik dalam pengelolaan finansial maupun hubungan dengan lingkungan. Ia mengutip prinsip mengenai relasi manusia dengan alam sebagai kunci kemakmuran.

​"Relasi manusia dengan alam bakal melahirkan kemakmuran, namun pertentangan dengan alam hanya bakal melahirkan pertikaian dan kehancuran. Begitu juga dalam ekonomi, kita kudu menjaga keseimbangan agar stabilitas pembangunan tetap terjaga," katanya. (BY)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia