
Dari Bawah Bumi ke Era Digital, Elnusa Menggerakkan Energi Masa Depan (Foto: Dokumentasi Elnusa)
JAKARTA - Energi tidak selalu dimulai dari sesuatu nan terlihat. Jauh di bawah permukaan bumi, tersimpan persediaan nan kudu ditemukan.
Di atasnya, terdapat ribuan aset nan kudu dipetakan, dipantau, dan dijaga. Di antara keduanya, terbentang rantai panjang nan memastikan daya tetap mengalir hingga ke masyarakat.
Di setiap mata rantai itu, teknologi memainkan peran nan semakin menentukan.
Berangkat dari kompetensi jasa hulu migas, PT Elnusa Tbk (ELSA) berkembang menjadi perusahaan jasa daya terintegrasi nan menggabungkan teknologi, kompetensi, dan keahlian eksekusi untuk menjawab kebutuhan industri daya nan terus berubah.
Memasuki usia ke-57 tahun, perjalanan Elnusa menunjukkan satu benang merah: penemuan bukan sekadar proyek sesaat, melainkan DNA nan terus berevolusi mengikuti zaman.
Corporate Secretary Elnusa Rustam Aji mengatakan, perjalanan panjang perusahaan tidak dapat dilepaskan dari keahlian beradaptasi melalui teknologi dan penguatan kompetensi.
“DNA penemuan telah menjadi bagian dari perjalanan Elnusa sejak perusahaan ini didirikan. Berangkat dari kompetensi inti di sektor hulu energi, Elnusa terus berkembang dengan memperkuat teknologi, sumber daya manusia, dan kapabilitas operasional untuk menghadirkan solusi nan semakin komplit bagi industri energi,” ujar Rustam di Jakarta belum lama ini.
Menurut dia, semangat tersebut terus dikembangkan melalui prinsip Rediscover, Innovate, Elevate untuk memastikan teknologi dan kompetensi nan dibangun perusahaan bisa menciptakan nilai tambah bagi pelanggan, pemegang saham, dan Indonesia.
Dari Membaca Perut Bumi ke Data Digital
Jejak penemuan itu terlihat dari langkah Elnusa membantu industri membaca potensi nan tersembunyi di bawah permukaan bumi.
Kompetensi jasa hulu nan selama puluhan tahun menjadi fondasi perusahaan sekarang diperkuat dengan teknologi akuisisi info nan semakin maju.
Pada 2026, Elnusa melanjutkan sejumlah pekerjaan seismic onshore dan offshore, antara lain Seismic Onshore 2D/3D Tedong, Seismic Onshore 3D Mangatal Juata, serta Seismic Offshore 3D Kandawulo.
Teknologi menjadi pembeda krusial dalam proses tersebut. Salah satunya melalui pemanfaatan teknologi akuisisi info seismik nirkabel Stryde nan memungkinkan aktivitas survei dilakukan secara lebih efektif dan efisien.
Dari info tersebut, gambaran bawah permukaan dapat diperoleh secara lebih komprehensif untuk mendukung aktivitas eksplorasi dan pencarian sumber daya energi.
Namun, jika teknologi membantu Elnusa membaca apa nan tersembunyi di bawah tanah, digitalisasi membantunya memahami apa nan berada di permukaan.
Melalui Pertapixel, Elnusa mengintegrasikan drone, aerial mapping, Geographic Information System (GIS), LiDAR, cloud database, hingga pengembangan kajian berbasis Artificial Intelligence (AI).
Data nan sebelumnya tersebar kemudian diolah menjadi info nan lebih mudah digunakan untuk pengambilan keputusan.
Pertapixel mencakup jasa Aerial Mapping Service, Inspection, Surveillance and Facility Monitoring, serta Aerial Mapping Database System. Kapabilitas tersebut telah digunakan untuk mendukung beragam kebutuhan digitalisasi aset di lingkungan Pertamina Group, mulai dari lahan, rumah dinas, terminal BBM, depot, SPBU, jalur pipa, akomodasi produksi, gedung, hingga beragam prasarana pendukung.
“Dengan kapabilitas tersebut, Elnusa siap menjadi mitra strategis pengguna dalam mendorong pengelolaan aset nan lebih efisien, aman, dan berbasis data,” kata Direktur Operasi Elnusa Andri Haribowo.
Di titik ini, transformasi digital menemukan maknanya. Bukan sekadar memindahkan proses manual ke sistem digital, melainkan mengubah info menjadi dasar untuk mengambil keputusan.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin finance lainnya
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·