Dapur Umum dan Pos Pengungsi Gempa NTT Dipindahkan ke Pulau Palue

Sedang Trending 53 menit yang lalu
Dapur Umum dan Pos Pengungsi Gempa NTT Dipindahkan ke Pulau Palue Kondisi rumah masyarakat nan rusak akibat gempa NTT(Dok. BNPB)

DAPUR umum dan pos pengungsi korban terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai dialihkan ke Pulau Palue, Kabupaten Sikka. Dapur umum dan pos penanganan pengungsi berdikari dipindahkan ke wilayah tersebut mulai Sabtu (29/8).

Pulau Palue  terletak di sebelah utara Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka berjarak sekitar 45-50 mil laut. Pulau ini mempunyai delapan desa dengan jumlah masyarakat lebih dari 10.000 jiwa.   

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan pemindahan dilakukan setelah sebagian besar pengungsi di pengungsian terpusat GOR Samador, Kabupaten Sikka, telah dipulangkan. "Total realisasi akomodasi pemulangan pengungsi hingga hari Jumat, 28 Agustus 2026, sebanyak 3.627 KK alias sebesar 13.175 jiwa,” kata Berton, Sabtu (29/8).

Menurut Berton, penduduk nan rumahnya tidak mengalami kerusakan akibat gempa utama maupun gempa susulan telah kembali ke rumah masing-masing. Kondisi tersebut membikin konsentrasi penanganan pengungsi selanjutnya diarahkan ke wilayah nan tetap memerlukan dukungan.

“Ini buletin bagus bagi kita semua bahwa keluarga-keluarga nan tidak mengalami kerusakan rumah lantaran akibat gempa besar maupun gempa susulannya, sekarang sudah kembali ke rumah masing-masing, dan sekarang kita lebih mengutamakan sekarang ke Pulau Palue,” ujarnya.

Menurutnya, pemindahan ini dilakukan untuk memastikan support kebutuhan dasar tetap tersedia bagi masyarakat terdampak nan tetap memerlukan bantuan.

Langkah itu juga menjadi bagian dari penyesuaian penanganan pascagempa seiring dengan berkurangnya jumlah pengungsi di letak pengungsian terpusat dan bergesernya kebutuhan ke wilayah terdampak lainnya. (H-4)
 

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia