
Danantara: PSEL Bogor Raya 1 Rp2,8 Triliun Bisa Suplai Listrik ke 100.000 Rumah (Foto: Okezone)
JAKARTA - Danantara menyatakan, Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Bogor Raya 1 nan mulai dibangun di Desa Galuga, Bogor, Jawa Barat, ditargetkan bisa mengelola sekitar 45 persen timbulan sampah di Kota dan Kabupaten Bogor.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Patria Sjahrir mengatakan, PSEL Bogor Raya 1 dirancang untuk mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun. Pengolahan tersebut diharapkan memberikan akibat terhadap persoalan sampah nan selama ini dihadapi wilayah Bogor Raya.
"PSEL Bogor Raya 1 ini dirancang untuk memberikan akibat nyata terhadap pengolahan sampah, daya hijau, dan memberdayakan ekonomi lokal," kata Pandu dalam peresmian PSEL Bogor Raya 1 di Desa Galuga, Kamis (17/9/2026).
Menurut Pandu, proyek tersebut ditargetkan bisa mengelola lebih dari 500.000 ton sampah per tahun alias sekitar 45 persen timbulan sampah terkelola di Kota dan Kabupaten Bogor.
Selain mengurangi timbulan sampah nan masuk ke tempat pemrosesan akhir (TPA), PSEL Bogor Raya 1 diproyeksikan bisa mengurangi kebutuhan lahan TPA hingga 80 persen.
Dari sisi lingkungan, proyek tersebut juga diproyeksikan dapat mereduksi emisi sampah dari TPA hingga 80 persen serta mengurangi emisi karbon sebesar 645.000 ton setara CO2 per tahun.
Pandu mengatakan PSEL Bogor Raya 1 juga bakal menghasilkan daya hijau nan diproyeksikan dapat menyuplai kebutuhan listrik lebih dari 100.000 rumah masyarakat Bogor Raya. Dari sisi ekonomi, proyek tersebut mempunyai nilai investasi sekitar Rp2,8 triliun dan ditargetkan menciptakan sekitar 1.200 lapangan kerja.
PSEL Bogor Raya 1 merupakan bagian dari percepatan pengembangan akomodasi pengolahan sampah menjadi daya listrik. Pandu mengatakan proyek tersebut telah melewati sejumlah tahapan, mulai dari proses pertimbangan konsorsium hingga penandatanganan perjanjian jual beli listrik.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·