Dampingi Prabowo ke Rusia, Bahlil Bahas Kerja Sama Energi di EEF 2026

Sedang Trending 21 jam yang lalu
Dampingi Prabowo ke Rusia, Bahlil Bahas Kerja Sama Energi di EEF 2026 Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.(Dok. Fraksi Golkar)

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Rusia, Kamis (3/9). Kunjungan ini bermaksud memastikan sektor daya menjadi poin krusial dalam pembahasan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Rusia.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menyatakan bahwa kehadiran Menteri ESDM mempunyai peran strategis untuk mengawal tindak lanjut agenda daya nasional. Langkah ini diambil guna memastikan komitmen bilateral melangkah selaras dengan hasil pertemuan kedua kepala negara.

"Kehadiran Menteri ESDM dalam kunjungan ini mempunyai peran strategis untuk mengawal tindak lanjut agenda energi, serta memastikan komitmen bilateral melangkah sesuai hasil pertemuan kedua kepala negara," ujar Dwi Anggia dilansir dari Antara, Kamis (3/9).

Selain agenda kenegaraan, Bahlil juga memanfaatkan momentum Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 untuk memperkuat komunikasi dengan pemerintah dan pelaku upaya Rusia. Fokus utama dalam forum tersebut adalah menjajaki kesempatan investasi baru di sektor daya Indonesia guna menghadapi tantangan kebutuhan daya nan terus berkembang.

Presiden Prabowo Subianto sendiri datang sebagai salah satu tamu kehormatan utama dalam EEF. Pada puncak agenda forum nan berjalan 3 September 2026, Presiden dijadwalkan menyampaikan pidato pada Sesi Pleno mengenai kerja sama ekonomi, ketahanan energi, serta investasi di area Eurasia dan Asia-Pasifik berbareng Presiden Vladimir Putin.

Diplomasi daya ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan daya nasional dalam jangka panjang melalui kerjasama internasional. Selain menghadiri forum utama, Presiden Prabowo juga dijadwalkan melakukan pertemuan Bilateral Working Lunch berbareng Presiden Putin untuk menindaklanjuti beragam komitmen strategis kedua negara.

Pemerintah menekankan bahwa beragam kesempatan kerja sama nan muncul tetap memerlukan pembahasan komprehensif agar dapat diwujudkan sesuai dengan kepentingan nasional Indonesia dan Rusia. (Ant/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia