Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mengevakuasi 33 orang saat kebakaran melanda Apartemen Pavilion, Jalan KH Mas Mansyur, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (4/9).
Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Meghantara mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 11.23 WIB. Petugas kemudian tiba di letak sekitar pukul 11.29 WIB.
“Jadi kurang lebih enam menit saya sudah di lokasi. 11.30 kami langsung mengupayakan untuk pemadaman,” kata Bayu saat ditemui di lokasi, Jumat (4/9).
Bayu mengatakan api sukses dipadamkan dalam waktu sekitar enam menit sejak petugas mulai melakukan pemadaman. Berdasarkan pemeriksaan awal, api berada di bagian shaft dan diduga berangkaian dengan kelistrikan.
“Dalam kurun waktu enam menit kami sukses memadamkan shaft, mengenai dengan kemungkinan kejadian kelistrikan,” ujarnya.
Meski api sukses dipadamkan dengan cepat, proses pemindahan penunggu memerlukan waktu lebih lama.
Petugas tetap melakukan penyisiran dari lantai atas hingga ke bawah untuk memastikan tidak ada penunggu nan tertinggal.
“Alhamdulillah kami bisa menyelamatkan jiwa sejumlah 33 orang. Terdiri dari 31 penduduk negara Indonesia dan dua orang penduduk negara asing,” kata Bayu.
Selain penunggu dewasa, petugas juga mengevakuasi tiga bayi dari dalam apartemen. Bayu mengatakan sejumlah penduduk kemudian dibawa ke rumah sakit untuk memastikan kondisi kesehatannya setelah terpapar asap.
“Tadi ada beberapa anak-anak nan kami evakuasi, itu ada jumlahnya tiga orang bayi,” tuturnya.
Menurut Bayu, penduduk nan dievakuasi dari dalam gedung tidak ditemukan dalam kondisi pingsan. Petugas juga melakukan pemeriksaan saturasi oksigen dan hasilnya disebut dalam kondisi baik.
Lebih lanjut Bayu mengatakan keputusan sebagian penduduk untuk memeriksakan diri ke rumah sakit merupakan langkah untuk memastikan kondisi kesehatan setelah berada di tengah kepulan asap.
Evakuasi Terkendala Kapasitas Bronto
Bayu menjelaskan proses pemindahan menjadi lebih lama lantaran petugas kudu menggunakan unit Bronto untuk menjangkau penunggu di lantai atas. Gulkarmat DKI mengerahkan tiga unit Bronto dalam penanganan kebakaran tersebut.
“Karena unit kami ini butuh waktu untuk evacuate, sementara keranjang kami ini kapasitasnya hanya untuk lima orang. Satu operator, jadi kami angkat paling maksimal empat-empat dari atas ke bawah,” jelasnya.
Dua unit Bronto dengan ketinggian masing-masing 55 dan 104 meter digunakan dalam proses evakuasi. Sementara satu unit lainnya disiagakan di bagian depan sebagai antisipasi.
Selain keterbatasan kapabilitas keranjang, kondisi penunggu nan berada di lantai atas juga menjadi tantangan.
Bayu mengatakan petugas memberikan perhatian unik kepada dua lansia nan kudu dievakuasi dari lantai 23.
“Ada dua lansia nan betul-betul kami perhatikan, kami pemindahan dari lantai 23,” katanya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·