Kabut asap menyelimuti perairan Batam, Jumat (4/9). Sebaran asap dari Sumatera nan terbawa angin menyebabkan jarak pandang di wilayah pesisir menurun, sehingga penduduk dan pelaku pelayaran diimbau tetap waspada.(MI/Hendri Kremer)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Provinsi Kepulauan Riau pada Jumat (4/9). Secara umum, cuaca di seluruh wilayah Kepri diprakirakan didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan sepanjang hari, dengan suhu udara nan cukup tinggi dan adanya sebaran asap nan mulai terdeteksi masuk wilayah tersebut.
Suhu udara di wilayah Batam dan sekitarnya berkisar antara 24 derajat Celcius hingga 34 derajat Celcius, dengan kelembapan udara berada di nomor 58% hingga 85%. Angin bertiup dominan dari arah Selatan hingga Tenggara dengan kecepatan berkisar antara 11 hingga 18 kilometer per jam, terutama di wilayah pesisir.
Kondisi cuaca nan cerah dan minim potensi hujan ini disebabkan oleh aspek meteorologis, di mana kelembapan udara pada lapisan atmosfer bagian atas relatif rendah disertai kecepatan angin nan cukup kuat. Hal ini menyebabkan kurangnya pasokan uap air nan diperlukan untuk mendukung pertumbuhan awan hujan, sehingga potensi hujan sepanjang hari ini sangat kecil.
Pada siang hari, suhu dapat terasa lebih panas dibandingkan nomor aktual, dengan indeks panas nan dapat mencapai kisaran 36 hingga 37 derajat Celcius di bawah naungan, dan lebih tinggi lagi di area terbuka. Indeks sinar ultraviolet juga berada pada kategori ekstrem, sehingga perlindungan diri dari paparan sinar mentari sangat disarankan.
"Cuaca di wilayah Provinsi Kepulauan Riau hari ini secara umum diprakirakan cerah hingga berawan," ujar Prakirawan BMKG Hang Nadim Batam pada Jumat (4/9).
Selain kondisi cuaca nan cerah dan terik, BMKG juga menyampaikan info krusial mengenai masuknya sebaran asap ke wilayah Kepulauan Riau. Berdasarkan pemantauan gambaran satelit sebaran asap per pukul 08.00 WIB pagi ini, asap terdeteksi telah memasuki wilayah Kepri dengan arah pergerakan menuju ke utara dan timur laut.
"Update terbaru gambaran sebaran asap jam 08.00 WIB tadi, asap terdeteksi memasuki wilayah Kepri, arah pergerakannya ke utara–timur laut," ujarnya.
Asap tersebut diduga berasal dari wilayah Sumatera, nan terbawa masuk ke Kepri akibat pola angin nan bergerak dari arah selatan dan tenggara menuju utara. Kondisi ini menyebabkan jarak pandang di beberapa wilayah menurun, meskipun berasas pemantauan kualitas udara partikulat PM2.5 saat ini tetap berada dalam kategori sedang. Sebaran asap juga telah terdeteksi sejak Kamis (3/9) kemarin sore.
Merespons kondisi cuaca dan adanya sebaran asap tersebut, BMKG Hang Nadim Batam menyampaikan sejumlah imbauan krusial kepada masyarakat. Warga diimbau menggunakan pelindung mentari dan cukup minum air, mengingat siang hari nan cukup terik dan panas untuk mencegah dehidrasi serta kelelahan akibat panas.
Masyarakat juga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna melindungi saluran pernapasan dari akibat sebaran asap nan mulai masuk wilayah Kepri. Warga nan beraktivitas di laut maupun udara diminta tetap waspada terhadap penurunan jarak pandang akibat adanya kabut asap.
Sampai saat ini tidak ada peringatan awal cuaca ekstrem untuk hari ini, namun masyarakat diimbau tetap memantau perkembangan kondisi cuaca dan kualitas udara secara berkala. Kondisi cuaca serupa juga bertindak di beragam kabupaten dan kota di Kepulauan Riau, termasuk Bintan, Karimun, Tanjungpinang, Lingga, hingga Natuna. (HK/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·