Pabrikan asal China, Changan, memastikan bakal menambah mobil baru berupa kendaraan elektrifikasinya di pasar Indonesia sepanjang 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat eksistensi di segmen kendaraan ramah lingkungan.
Chief Operating Officer Changan Indonesia, Setiawan Surya mengatakan perusahaan bakal meluncurkan tiga model baru tahun ini. Kehadiran model tersebut ditujukan untuk melengkapi portofolio nan sudah lebih dulu dipasarkan.
“Kami bakal meluncurkan tiga model mobil di Indonesia pada tahun ini untuk melengkapi model nan sudah ada,” buka Setiawan di Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2026).
"Sekarang kan baru ada dua, Changan Lumin dan Deepal SO7. Mungkin variannya jadi ada 7 jenis rencananya," lanjutnya.
Salah satu model nan dipastikan meluncur lebih dulu adalah Deepal S05. Mobil ini mengusung konsep Range Extended Electric Vehicle (REEV).
Head of Marketing Changan Indonesia, Ridjal Mulyadi menjelaskan, teknologi tersebut menjadi solusi atas kekhawatiran konsumen terhadap prasarana kendaraan listrik di Indonesia.
“Mobil ini mempunyai percepatan dan performa layaknya EV, tapi memberikan elastisitas dengan adanya mesin bensin,” ujar Ridjal di aktivitas nan sama.
Sesuai namanya, dapur pacu REEV tetap digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik, namun punya mesin bensin berkapasitas mini sebagai generator untuk mengisi baterai, dan tidak terhubung ke sistem penggerak.
Dari sisi desain, Deepal S05 tampil futuristik dengan bahasa kreasi nan terinspirasi dari sayap pesawat luar angkasa. Tampilan ini memberikan kesan modern sekaligus memperkuat karakter SUV elektrifikasi.
Secara dimensi, mobil ini mempunyai panjang 4.680 mm, lebar 1.900 mm, dan tinggi 1.600 mm. Proporsi tersebut menempatkannya di segmen SUV menengah nan cukup kompetitif di pasar Indonesia.
Kehadiran Deepal S05 juga menjadi pembuka dari dua model lain nan bakal diluncurkan Changan tahun ini. Meski belum diungkap detailnya, perusahaan memastikan seluruh model bakal mengusung teknologi elektrifikasi.
Dengan strategi ini, Changan berupaya menjangkau konsumen nan tetap ragu beranjak ke mobil listrik murni. Kombinasi teknologi hybrid dan EV dinilai menjadi jembatan menuju elektrifikasi penuh di masa mendatang.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·