Cerita Warga Jakarta Tangkal Gangguan Air PAM

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Keran air di sejumlah rumah penduduk di beberapa area Jakarta tak mengalir seperti biasa sejak Jumat, 5 Juni 2026. Di sejumlah wilayah, debit air nan mengalir terpantau mengecil, sementara di area lainnya ada nan meninggal total.

Kondisi ini bukan muncul tanpa sebab. Pemeliharaan kelistrikan di Gardu milik PLN nan berakibat pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pejompongan I di Jalan Penjernihan II, Pejompongan, Jakarta Pusat. Dampak tersebut memengaruhi pada pengedaran air PAM Jaya ke sejumlah wilayah menjadi terganggu.

Di tengah terik matahari, Novi, pemilik warung nasi di area Duri Pulo tampak sibuk mencuci tumpukan piring jejak pelanggannya. Ia mengaku mendapatkan berita bahwa PAM Jaya bakal menghentikan sementara aliran air ke sejumlah wilayah. Informasi ini membuatnha resah, mengingat air menjadi kebutuhan utama baginya, termasuk menjalankan usahanya sehari-hari.

Namun, perihal nan dikhawatirkan Novi tak sepenuhnya terjadi. Sejak kemarin Jumat (5/6/2026), aliran air PAM dikediamannya tidak sepenuhnya mati. Meski demikian, aliran air di rumahnya lebih mini dibandingkan biasanya.

"Kemarin semalem sempet mini tumben. Biasanya gede-gede. Mama saya nadangin air terus takutnya meninggal (total)," ungkapnya kepada Liputan6.com, Sabtu (6/6/2026).

Meski sempat cemas pasokan air terhambat, Novi berterima kasih aliran air hanya berkurang saja debitnya. Ia dan family juga memilih untuk antisipasi dengan menampung air. Baginya, sekecil apapun aliran air jauh lebih berbobot dibandingkan kehilangan pasokan sama sekali, apalagi bisa mengganggu aktivitasnya sehari-hari.

Novi menyebut, kebanyakan penduduk di sekitar rumahnya berjuntai pada air PAM, jarang nan memanfaatkan air sumur. Oleh lantaran itu, andaikan pengedaran air tersebut terganggu, aktivitas penduduk bakal sangat terdampak.

Antisipasi serupa juga dilakukan oleh salah satu penduduk Kebon Kacang, Noval. Meski aliran air PAM Jaya di tempat tinggalnya tidak berakhir total, dia tetap melalukan antisipasi dengan menyiapkan air persediaan di beberapa ember tambahan.

Langkah ini dilakukan oleh laki-laki nan berkawan dipanggil Opang tersebut, setelah mendengar berita potensi gangguan aliran air. Dia mengaku, info tersebut didapatkan melalui mulut ke mulut dari tentangga, serta buletin nan dilihat di sosial media.

"Udah antisipasi cuman nggak ada apa-apa, agak sedikit mini (air mengalir)," kata Noval.

Terlepas dari jadi alias tidaknya halangan aliran air tersebut, akses air adalah perihal krusial baginya. Apalagi air tersebut diperuntukan untuk kebutuhn sehari-hari.

"Ibaratnya orang tua ini punya upaya makan gitu kan. Nah, dia itu bisa berpengaruh gitu kan lantaran ya air bersih itu juga kan untuk mengolah makanan kan, baik itu mencuci, merebus, dan lain-lain," kata Noval.

Menurutnya, gangguan pasokan alias terhambatnya aliran air bakal berakibat signifikan untuk operasional upaya sehari-harinya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita