Jakarta, CNN Indonesia --
Prabowo Subianto menyebut berenang menjadi metode 'healing' terfavoritnya di tengah kesibukan sebagai Presiden RI periode 2024-2029 saat ini.
"Apa ya healing? berenang. Berenang bagi saya sangat penting. Itu meditasi di air," kata dia dalam program Presiden Prabowo Menjawab, dikutip Jumat (18/9).
Dia kemudian menyitir hasil penelitian nan menunjukkan berenang merupakan salah satu meditasi bagi manusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo bilang perihal itu tak lepas dari fase hidup manusia, selama berada di kandungan nan dilindungi cairan, seperti air ketuban nan mengelilingi janin selama di dalam rahim di masa kehamilan.
"Kalau kita capek kita stres, kita mandi, itu ya kan, apalagi jika kita berenang, katanya, para mahir psikologi," kata Ketua Umum nan juga Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu.
Selain berenang, Prabowo menyebut tidur dan membaca kitab juga jadi metode lainnya untuk healing.
Prabowo menyebut dia bakal mengoptimalkan waktu jika ada waktu untuk tidur, meskipun sebentar.
Ia juga menyebut bahwa dirinya termasuk orang nan mudah terlelap.
"Dan saya ini baca dan tidur. Ada waktu tidur saya tidur, mau 10 menit, 15 menit, 20 menit. Saya bisa tidur di mobil, di helikopter, di pesawat," ucap dia.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan salah satu aliran favoritnya dalam membaca adalah sejarah, Prabowo mengaku sebagai orang nan doyan sejarah.
Lalu, dia menyebut salah satu kitab favoritnya adalah kitab berjudul Warrior of the Light karya novelis asal Brazil, Paulo Coelho.
"Bukunya malah enggak terlalu tebal, tipis, kitab itu ditulis orang Brazil, Paulo Coelho, Warrior of the Light," katanya.
Prabowo mengaku sangat kagum dengan kitab tersebut. Prabowo menyebut kitab itu sangat mengenai dengan kehidupannya. Saat membaca kitab itu, Prabowo menyebut seakan-akan Coelho berbincang langsung dengannya.
Ia mengaku pertama kali mengenal kitab itu saat diberikan salah satu kakaknya, Maryani Djojohadikusumo pada awal 2000-an.
"Saya lagi bisa dikatakan saya di titik nadir, saya lenyap lengser 98/99, saya dituduh macam-macam, kudeta, ini semua, penculikan apa semua, saya titik nadir," kata eks perwira TNI nan didapuk pangkat Jenderal Kehormatan tersebut saat menjabat Menteri Pertahanan (Menhan) pada pemerintahan sebelumnya.
(mnf/kid)
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·