Cerita Matsuri Kinasih, Atlet Ice Skating DIY Bawa Pulang Lima Medali dari India

Sedang Trending 58 menit yang lalu
Matsuri Kinasih, atlet ice skating asal DIY. Foto: Pandangan Jogja/Gigih Iman AD

Matsuri Kinasih berangkat ke India dengan angan sederhana: pulang membawa setidaknya satu medali. Namun, kenyataannya jauh lebih manis dari nan dia bayangkan. Remaja 14 tahun asal Yogyakarta itu kembali dengan lima lencana dari beragam nomor nan diikutinya—dua perak, dua perunggu, dan puncaknya, satu emas.

Lima lencana tersebut diraih Matsuri dalam Asian Open Short Track Speed Skating Trophy 2026 di Dehradun, India, 17–20 Agustus. Kompetisi short track speed skating tingkat Asia nan berkarakter terbuka dan mendapat pengakuan International Skating Union (ISU) itu diikuti lebih dari 270 atlet dari 14 negara.

Indonesia mengirim sekitar 15 atlet dan membawa pulang 10 medali, terdiri atas tiga emas, tiga perak, dan empat perunggu. Matsuri menyumbang separuh dari perolehan tersebut.

Capaian itu menjadi catatan krusial bagi ice skating DIY. Sebab, bagian olahraga ini baru resmi masuk dalam pembinaan KONI DIY pada 2026. Matsuri menjadi salah satu atlet nan lebih dulu menunjukkan potensi bagian tersebut di panggung internasional.

Emas di Momentum Hari Kemerdekaan

Matsuri Risty membawa bendera Indonesia usai keluar sebagai juara di Asian Open Short Track Speed Skating Trophy 2026 di Dehradun, India. Foto: Dok. Istimewa

Emas menjadi capaian nan paling mau diraih Matsuri. Bukan semata lantaran podium tertinggi, tetapi lantaran dia mau merasakan Indonesia Raya bergema untuknya.

Keinginan itu terwujud pada 18 Agustus, sehari setelah Indonesia merayakan HUT ke-81 kemerdekaan. Matsuri memenangi nomor Junior C Girls 500 meter dan berdiri di podium tertinggi.

“Dari awal udah kayak, wah, bismillah bisa dapat lah (medali emas), bawa nama Indonesia gitu,” kata Matsuri saat ditemui Pandangan Jogja, Selasa (25/8).

Matsuri mengatakan dirinya memang mau mendapatkan emas agar dapat naik podium dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

“Mau menyanyikan lagu Indonesia Raya di lombanya kemarin kan jika dapat lencana emas kelak naik podium terus bisa menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama,” ujarnya.

Saat Indonesia Raya berkumandang, Matsuri mengaku sangat bahagia. Hingga tak dapat dituturkan lewat kata-kata.

“Senang, senang banget banget banget. Bisa dibilang terharu, tapi enggak jika nangis juga enggak juga, hanya sangat bahagia,” katanya.

Sang Ibu Sempat Ragu

Matsuri Risty saat bertanding di Asian Open Short Track Speed Skating Trophy 2026 di Dehradun, India. Foto: Dok. Istimewa

Hasil di India rupanya berada di luar perkiraan awal Risty, ibu Matsuri. Sebelum keberangkatan, dia sempat ragu lantaran gelombang latihan Matsuri di atas es tetap terbatas.

“Saya sebenarnya agak ragu awalnya pergi ke India lantaran gelombang latihan ice nan kurang,” ujar Risty.

Keluarga kemudian mengatur persiapan berbareng pelatih, ayah Matsuri, dan Matsuri sendiri.

Untuk nomor 1.000 meter, Risty mengatakan dirinya sudah cukup senang jika Matsuri bisa masuk final. Target itu kemudian terlampaui ketika Matsuri meraih perak.

Setelah itu, Matsuri meraih emas pada nomor 500 meter.

“Bisa menjadi juara dan emas itu sangat senang sekali, sangat berterima kasih dan berterima kasih pada semua,” kata Risty.

Momen Indonesia Raya turut menjadi bagian nan membekas bagi Risty. Ia mengatakan lagu negara peserta lain sebelumnya sudah bergema di podium.

“Saya harapnya semoga Indonesia Raya bisa dinyanyikan di tengah ini, lantaran itu di rink internasional,” ujarnya.

Persiapan dari Thailand hingga India

Perjalanan menuju kejuaraan dilakukan melalui sejumlah tahapan. Sebelum berangkat ke India, Matsuri mengikuti training camp selama satu minggu di Thailand berbareng tim Thailand dan Amerika Serikat untuk latihan teknik.

Setelah itu, dia kembali ke Indonesia untuk sekolah sebelum melanjutkan perjalanan ke India. Setibanya di Dehradun, Matsuri menjalani latihan selama dua hari untuk membiasakan diri dengan kondisi es dan kecepatan sebelum pertandingan.

Matsuri memang menargetkan juara, tetapi dia juga mengejar individual best dalam setiap race.

Di kejuaraan tersebut, dia turun pada nomor 500 meter, 777 meter, dan 1.000 meter serta mengikuti mixed relay.

Tetap jadi Pelajar di Luar Arena Es

Matsuri Kinasih berbareng sang ibu, Risty. Foto: Pandangan Jogja/Gigih Iman AD

Di luar lintasan, Matsuri tetap menjalani pendidikan. Ia sekarang berumur 14 tahun dan duduk di kelas 9 SMP Negeri 5 Yogyakarta, setelah sebelumnya berguru di Sekolah Tumbuh.

Ia kudu membagi waktu antara sekolah, latihan, istirahat, dan aktivitas lain. Ketika kudu latihan alias bertanding, materi sekolah dikejar secara berdikari maupun melalui les online.

Matsuri juga mengurangi penggunaan gadget dan aktivitas kegemaran lainnya agar waktunya tetap terbagi dengan baik.

“Ngurangin gadget, ngurangin kayak aktivitas hobi-hobi lainnya,” kata Matsuri.

Ia mulai mengenal ice skating pada 2022 ketika berumur sekitar 10 tahun. Sebelumnya, Matsuri sudah menekuni sepatu roda sejak 2020.

Bagi Risty, mendampingi Matsuri sebagai atlet tidak berakhir pada pertandingan. Keluarga juga memperhatikan pola makan dan style hidup anaknya.

Makanan Matsuri diupayakan berupa makanan alami seperti telur, ikan, dan sayuran. Menurut Risty, perihal tersebut krusial agar Matsuri tidak mudah capek dan cedera sehingga bisa menjalani latihan maupun perlombaan secara maksimal.

Namun, Risty juga mau Matsuri memahami bahwa perjalanan atlet tidak hanya tentang kemenangan.

“Tidak hanya kemenangan tapi gagal. Terus belajar lagi. Bangun, tumbuh lagi,” ujarnya.

Karena itu, kemenangan di India tidak boleh membikin Matsuri sigap puas.

“Sekarang menang, jadi penantang kudu ada tantangan lagi,” kata Risty.

FISI DIY Melihat Potensi Matsuri

Matsuri Kinasih berbareng Ketua FISI DIY, Setyaji Hermawan. Foto: Pandangan Jogja/Gigih Iman AD

Ketua FISI DIY, Setyaji Hermawan, menilai capaian Matsuri menjadi sesuatu nan membanggakan bagi DIY. Ia mengatakan sejak awal percaya Matsuri dan Haris, dua atlet DIY nan dikirim ke India, bisa memberikan hasil terbaik untuk Indonesia.

“Saya sudah merasa percaya dua atlet kita nan dikirim ialah Haris dan Matsuri pasti memberikan hasil nan terbaik buat Indonesia,” ujar Setyaji.

Setyaji apalagi memandang Matsuri berkesempatan berkembang hingga level juara dunia.

“Calon juara bumi menurut saya dan kepercayaan saya dia pasti bisa. Umurnya tetap muda, semangatnya juga dahsyat dan sudah terbukti,” katanya.

Bagi FISI DIY, capaian Matsuri juga menjadi momentum untuk mendorong pembinaan bagian olahraga nan baru masuk KONI DIY tersebut.

Matsuri sendiri sudah membidik sasaran berikutnya, ialah Junior World Cup ketika telah memenuhi pemisah usia. Dalam jangka panjang, dia mau mencapai Winter Olympics.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan