Susi Pudjiastuti resmi mengisi bangku Komisaris Utama Independen Bank BJB. Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu rupanya sempat menolak saat mendapatkan tawaran posisi tersebut.
Namun, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi tetap berupaya agar Susi mau mengisi posisi tersebut hingga akhirnya ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank BJB.
"Komisaris Utama Independen, walaupun asalnya menolak, tapi akhirnya bersedia. Ibu Susi, saya sudah menyampaikan itu adalah Ratu Laut Kidul," kata Dedi di Bale Pakuan Bandung, Selasa (28/4).
"Ya, walaupun memang Ratu Laut Kidul itu ganas, tapi kan ganasnya di laut. Tapi jika di rimba kan takluk sama Prabu Siliwangi," tambahnya saat ditanya upaya merayu Susi.
Selain Susi, dalam rapat nan digelar di Gedung Pakuan Bandung itu juga menunjuk Kepala BPK Jawa Barat Eydu Oktain Panjaitan sebagai Komisaris Independen BJB. Pada bangku ketua eksekutif, pemegang saham sepakat mengangkat Ayi Subarna sebagai Direktur Utama Bank BJB.
Dedi menegaskan orang nan dipilih tersebut mempunyai integritas nan tak perlu diragukan lagi. Ia berambisi perubahan nan dilakukan itu bisa membikin Bank BJB kinerjanya semakin membaik.
"Semoga dengan postur nan baru ini kelak kita bakal melahirkan postur bank nan kredibel, bukan hanya eksis sebagai bank pemerintah wilayah tetapi digemari di luar kepentingan pemerintah wilayah di seluruh wilayah Indonesia dengan satu tagline nan nunggak, tidak mau bayar bikin macet, tenggelamkan," ungkap Dedi.
Dalam kesempatan nan sama, Susi nan awalnya menolak kedudukan Komisaris Utama Independen Bank BJB itu mengaku terpanggil dan tertantang menerimanya, setelah dibujuk Dedi Mulyadi.
Susi berambisi latar belakangnya sebagai seorang ahli bisa membantu meningkatkan keahlian Bank BJB. Ia bakal berupaya menjaga agar tak terjadi bentrok kepentingan dari jabatannya di Bank BJB
"Saya suka tantangan, saya mau mencoba. Kalau pengalaman di perbankan belum ada, tapi dengan keuangan, apakah saya juga pengusaha. Dan saya percaya bisa memberikan nilai tambah kepada Bank Jabar," kata Susi.
Susi mengatakan Jawa Barat merupakan provinsi dengan banyak penduduk. Menurutnya, salah satu kekuatan masyarakat Jawa Barat nan kudu terus ditingkatkan adalah UMKM. Ia juga menyinggung mengenai pinjaman online alias pinjol.
"Dan salah satu nan saya lihat kemarin sih saya tidak tahu apakah memungkinkan alias tidak pinjol di Jawa Barat ini jika bisa di-take over oleh BJB. Itu mimpi saya pikir dan semestinya bisa. Karena besar, besar sekali, 19,5 (persen) kemarin. Kalau itu bisa di-take over oleh Jawa Barat, ya 50 persen sasaran pertama," ungkap Susi.
"Saya percaya bisa dan kita membantu orang mini menurunkan kembang nan tidak setinggi pinjol. Tapi tentu ini ada tahapan nan mungkin Pak Gubernur kudu meminta gimana langkah membatasi pinjol di Jawa Barat agar BJB bisa ambil porsi," tambahnya.
***
Reporter: Abisatya Ramdhani
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·