Cak Imin: MBG Harus Prioritaskan Masyarakat Miskin di Kawasan 3T

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
 MBG Harus Prioritaskan Masyarakat Miskin di Kawasan 3T Siswa perwakilan kelas mengambil paket Makan Bergizi Gratis (MBG) Ramadan untuk tiga hari ke depan nan bakal dibagikan ke siswa lain di kelas, di SMA Negeri 5 Kota Tangerang Selatan, Banten, Senin (2/3/2026).(MI/Ramdani)

MENTERI Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyebut penerima faedah Makan Bergizi Gratis (MBG) kudu tepat sasaran sekaligus memberikan akibat nyata bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput, terutama di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar).

Hal ini didukung dengan penyempurnaan perbaikan tata kelola manajemen program MBG nan baru-baru ini dilakukan oleh pemerintah nan menjadi langkah krusial guna memastikan penerima tepat sasaran.

“Dalam penyelenggaraan perbaikan manajemen MBG ini nan dikelola oleh BGN ini saya mengingatkan untuk merujuk pada Inpres 4 tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dimana wilayah tertinggal, kemiskinan ekstrem, kemiskinan dan juga prioritas nan kudu diutamakan dalam pemberian kepada penerima faedah ada di dalam DTESEN ini,” kata Cak Imin dalam Rapat Koordinasi Terbatas Tingkat Menteri Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (11/06).

Melalui info tersebut, pemerintah mempunyai dasar nan kuat untuk memastikan golongan masyarakat nan paling memerlukan menjadi prioritas penerima faedah program.

Selain itu, dia mengingatkan penyelenggaraan MBG juga perlu selaras dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan dan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem. Menurutnya, terdapat dua aspek krusial nan secara langsung berangkaian dengan penerapan program tersebut.

Pertama, penerima faedah MBG kudu diprioritaskan kepada masyarakat miskin dan miskin ekstrem. Kedua, program ini kudu menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan ekonomi nan melibatkan masyarakat berpenghasilan rendah sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan sebagai support konsumsi, tetapi juga membuka kesempatan peningkatan kesejahteraan.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengaku optimistis perbaikan tata kelola nan dilakukan bakal semakin memperkuat keberhasilan program prioritas Presiden. Ia menilai kombinasi antara niat baik, tata kelola nan tepat, dan kepemimpinan nan kuat bakal menjadi fondasi krusial dalam memastikan program melangkah optimal.

Lebih lanjut, Cak Imin menekankan bahwa salah satu konsentrasi utama nan kudu terus diperkuat dalam penyelenggaraan MBG adalah pembangunan ekosistem pemberdayaan ekonomi masyarakat. 

“Salah satu ekosistem nan paling terbentuk adalah gimana menumbuhkan perlaku upaya baru, sekaligus menstabilkan nilai sehingga ketahui untung dari proses MBG,” jelasnya.

Program ini diharapkan bisa menggerakkan perputaran ekonomi di tingkat lokal melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM, hingga wirausaha baru nan menjadi bagian dari rantai pasok penyediaan bahan pangan. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia