Anggie Ariesta
, Jurnalis-Jum'at, 06 Maret 2026 |11:34 WIB

Cadangan Devisa RI (Foto: Okezone)
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi persediaan devisa Indonesia pada akhir Februari 2026 tercatat sebesar USD151,9 miliar, menurun dibandingkan posisi pada akhir Januari 2026 sebesar USD154,6 miliar.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengungkapkan bahwa perkembangan tersebut antara lain dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sebagai respons Bank Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian pasar finansial dunia nan tetap tinggi.
"Posisi persediaan devisa pada akhir Februari 2026 setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor alias 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," kata Ramdan dalam keterangan resmi, Jumat (6/3/2026).
Adapun BI menilai persediaan devisa tersebut bisa mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
"Ke depan, Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi persediaan devisa nan memadai," katanya.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·