Bupati Blora Bidik Pilot Project Organik hingga Kuota Beasiswa di UB

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Bupati Blora, Arief Rohman, membuka kesempatan kerja sama dengan Universitas Brawijaya (UB) untuk mengembangkan pertanian organik hingga kehutanan di Kabupaten Blora. Kerja sama tersebut juga diarahkan pada pembukaan letak penelitian, KKN, serta kuota danasiwa unik bagi putra-putri Blora.

Komitmen itu dia sampaikan saat menjadi narasumber dalam Orientasi Pendidikan Mahasiswa Baru Program Pascasarjana Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan UB, Kamis (27/8). Kegiatan tersebut diikuti 171 mahasiswa baru program magister dan doktor.

Dalam pemaparannya, Arief mendorong Blora menjadi pilot project pengembangan pertanian organik nan hasilnya dapat direplikasi di wilayah lain. Menurutnya, potensi tersebut didukung sektor peternakan sapi nan dapat menyediakan bahan organik berupa pupuk kandang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Blora mempunyai potensi nan sangat besar untuk pengembangan pertanian organik. Kita punya banyak peternak sapi, sehingga bahan organik untuk mendukung pertanian juga tersedia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (27/8).

Ia menambahkan keberadaan populasi peternak sapi nan besar di Blora menjadi kesiapan utama bahan baku pupuk kandang.

Di samping penguatan sektor pertanian organik, Pemkab Blora membuka kesempatan kerja sama riset dan penelitian dengan Universitas Brawijaya. Arief menyebut sekitar 60 persen wilayah Kabupaten Blora merupakan area rimba nan dinilai potensial untuk ruang lingkup pengkajian ilmiah.

"Dengan kondisi Blora nan sekitar 60 persen wilayahnya adalah hutan, tentu banyak perihal nan bisa dikaji dan dikembangkan, baik di sektor pertanian, kehutanan maupun pemberdayaan masyarakat," jelas dia.

Pemkab Blora juga menawarkan letak Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi mahasiswa Universitas Brawijaya di desa bimbingan pertanian organik. Skema program KKN tersebut diharapkan bisa mencetak desa percontohan baru nan dapat diterapkan di seluruh wilayah Blora.

Menanggapi paparan tersebut, Dekan Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya, Prof. M. Purnomo, mengapresiasi kelebihan komoditas nan ditawarkan Blora. Ia menilai Kabupaten Blora mulai konsentrasi menggarap niche product nan mempunyai nilai tambah tinggi dibandingkan produk pertanian umum.

"Ke depan, kami berambisi produksi bibit jagung maupun produk-produk lain nan mempunyai nilai tinggi dapat dikembangkan, termasuk melalui konsep green house," tuturnya.

Langkah pengembangan komoditas berbobot tinggi itu dinilai strategis dalam menjaga kesiapan pasokan pangan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selain itu, pengelolaan komoditas unggulan tersebut berpotensi menekan tingkat inflasi dan menstabilkan nilai pasar di daerah.

Purnomo menambahkan, Universitas Brawijaya membuka kesempatan bagi anak-anak muda berbakat dari Blora untuk mengikuti seleksi dan mendapatkan danasiwa di Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan, mulai jenjang S1 hingga S3. Nantinya, bakal disiapkan slot unik bagi putra-putri Blora nan memenuhi persyaratan dan lolos seleksi.

Menutup paparannya, Arief menyampaikan terima kasih kepada Universitas Brawijaya nan telah memberi kepercayaan kepada Kabupaten Blora sebagai narasumber dalam aktivitas pengenalan kampus bagi mahasiswa baru S2 dan S3. Ia berambisi aktivitas ini menjadi awal kerja sama nan lebih erat antara kampus dan Pemkab Blora.

"Kami sangat terbuka, para dekan maupun pengajar Universitas Brawijaya dapat bersilaturahmi dan bekerja-sama dengan kami di Blora," pungkas Arief.

Sebagai informasi, aktivitas tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Blora beserta jejeran terkait.

(rir)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional