Jakarta -
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Cilegon, PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) menandatangani perjanjian sewa lahan ke perusahaan asal Tiongkok, China Chengda Engineering Co., Ltd (Chengda). PCM mengantongi pendapatan senilai Rp4,2 miliar dalam jangka waktu separuh tahun.
Wali Kota Cilegon, Robinsar mengatakan penyewaan lahan dilakukan untuk mendukung kebutuhan proyek Chengda nan saat ini menggarap pabrik kimia PT Chandra Asri Alkali (CAA) nan tetap dalam tahap konstruksi.
"Tadi kita telaah MoU alias perjanjian sewa. Mereka memerlukan lahan untuk meletakkan material selama proyek berjalan, kurang lebih 4 hektare untuk 6 bulan," kata Robinsar dalam keterangan tertulis(14/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Robinsar mengatakan nilai sewa mencapai sekitar Rp17,8 juta per meter di luar PPN dengan total nilai sewa mencapai Rp4,2 miliar selama 6 bulan.
"Totalnya Rp4,2 miliar untuk 6 bulan. Ini bagian dari upaya transparansi, sekaligus mengoptimalkan aset nan sebelumnya belum dimanfaatkan," ujarnya.
Menurutnya, pemanfaatan lahan milik PCM terbuka bagi penanammodal lain selama mengikuti nilai appraisal. Kerja sama tersebut mulai bertindak pada 13 April 2026. PT Chengda selalu penyewa bakal memulai persiapan, termasuk pematangan lahan dan pemasangan pagar pembatas.
"Siapa pun bisa memanfaatkan, selama sesuai nilai KJPP. Kemungkinan besok sudah mulai persiapan," katanya.
Robinsar berambisi kerja sama ini dapat mendorong masuknya investasi nan lebih berkepanjangan di area tersebut.
"Mudah-mudahan ke depan ada kerja sama nan lebih konkret, tidak hanya sementara. Harapannya pelabuhan bisa segera terbangun," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PCM, Muhammad Willy mengatakan kerja sama ini melanjutkan upaya perusahaan dalam meningkatkan utilisasi aset.
"Ini bukan nan pertama. Sebelumnya juga sudah ada pemanfaatan aset dengan nilai sewa nan kompetitif," katanya.
Ia menyebut nilai sewa dalam perjanjian kali ini berada di atas nilai pasar area industri, apalagi mendekati dua kali lipat dari nilai appraisal.
"Kita tidak mau berada di bawah nilai pasar," ujarnya.
Ke depan, PCM membuka kesempatan penambahan luas lahan maupun lama kerja sama, menyesuaikan kebutuhan proyek Chengda.
"Saat ini 4 hektare untuk 6 bulan. Tidak menutup kemungkinan bertambah, dengan lama maksimal sekitar 1 tahun, tergantung sasaran pembangunan pabrik mereka di awal 2027," jelasnya.
Willy menambahkan, material nan disimpan berupa peralatan dan bahan penunjang pembangunan pabrik. Ia memastikan aspek keamanan dan lingkungan tetap diperhatikan.
"Harus aman. Area juga bakal dibatasi dengan pagar agar tidak melebar," katanya.
(prf/ega)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·