BULOG Perkuat Kolaborasi Kampus untuk Dukung Swasembada Pangan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta - Perum BULOG terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan berkepanjangan melalui edukasi dan perbincangan berbareng generasi muda.

Kali ini, BULOG membujuk perwakilan mahasiswa se-Bandung dalam aktivitas Focus Group Discussion (FGD) berjudul 'Peran Kampus dalam Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan untuk Cadangan Pangan Pemerintah' nan digelar di Kompleks Pergudangan Utama BULOG Kota Cimahi, Jawa Barat (Jabar).

Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran terbuka bagi mahasiswa untuk memandang lebih dekat gimana pemerintah, melalui BULOG, mengelola Cadangan Pangan Pemerintah sebagai bagian krusial dari sistem ketahanan pangan nasional.

Melalui kunjungan langsung ke gudang, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan stok, kualitas beras, hingga peran prasarana pangan dalam menjaga kesiapan pangan bagi masyarakat.

Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan upaya mewujudkan swasembada pangan berkepanjangan memerlukan sinergi lintas sektor, termasuk kontribusi aktif dari bumi kampus sebagai pusat pengetahuan, riset, inovasi, dan lahirnya pendapat baru.

Pencapaian swasembada pangan nan terus diperkuat sejak 2024, bersambung pada 2025, dan semakin dimantapkan pada 2026 menunjukkan kesungguhan pemerintah dalam membangun ketahanan pangan nasional.

Mahasiswa dan kampus mempunyai peran krusial untuk ikut memahami, mengawal, dan mendukung agenda besar ini melalui pengetahuan pengetahuan, inovasi, serta kepedulian terhadap rumor pangan.

"Penguatan swasembada pangan tidak hanya dilihat dari sisi produksi, tetapi juga dari keahlian negara dalam menyerap hasil panen petani, menjaga persediaan pangan, memperkuat prasarana pascapanen, dan memastikan pangan tetap tersedia serta terjangkau bagi masyarakat. Di titik inilah BULOG menjalankan perannya sebagai instrumen negara dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilisasi pangan," ujar Ahmad, dalam keterangan tertulis, Minggu (24/5/2026).

Informasi krusial turut disampaikan mengenai capaian krusial sektor pangan nasional. Berdasarkan info Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), Indonesia tercatat berada di ranking kedua bumi dalam kenaikan produksi padi, di antara Brasil dan Myanmar.

Capaian ini menjadi sinyal positif atas semakin kuatnya produksi pangan dalam negeri dan menjadi landasan krusial dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional.

"Saat ini, stok beras nan dikelola BULOG mencapai sekitar 5,36 juta ton stok tertinggi dalam sejarah, dengan total kapabilitas simpan nan disediakan sekitar 6,2 juta ton. Kapasitas tersebut bakal terus diperkuat seiring meningkatnya produksi padi nasional, sehingga BULOG dapat semakin optimal dalam menjalankan penugasan pemerintah, khususnya dalam pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah dan stabilisasi pangan," kata Ahmad.

Dari sisi pengadaan, BULOG telah menyerap sekitar 2,8 juta ton beras dari sasaran 4 juta ton. Capaian ini menunjukkan peran aktif BULOG dalam mendukung petani sekaligus memperkuat stok pangan nasional. Melalui penyerapan hasil produksi dalam negeri, BULOG tidak hanya menjaga kesiapan beras, tetapi juga turut menjaga keseimbangan nilai di tingkat produsen dan konsumen.

Ahmad menambahkan BULOG mempunyai sarana dan prasarana nan tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari gudang, jaringan logistik, hingga akomodasi pengolahan gabah dan beras.

Infrastruktur tersebut menjadi tulang punggung krusial dalam memastikan rantai pasok pangan melangkah kuat, efisien, dan bisa menjawab kebutuhan masyarakat di beragam wilayah.

Untuk memperkuat peran tersebut, BULOG pada tahun ini juga bakal menambah prasarana pascapanen di 100 titik. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam mendukung peningkatan produksi, memperkuat kualitas pengelolaan hasil panen, serta mempertahankan capaian swasembada pangan secara berkelanjutan.

Melalui aktivitas berbareng mahasiswa ini, BULOG berambisi kampus dapat mengambil peran lebih aktif dalam membangun literasi pangan nasional.

Mahasiswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga bagian dari ekosistem perubahan nan bisa menghadirkan gagasan, riset, inovasi, dan komunikasi publik nan konstruktif bagi masa depan pangan Indonesia.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa swasembada pangan berkepanjangan bukan hanya agenda pemerintah, melainkan aktivitas berbareng nan memerlukan support seluruh komponen bangsa.

Dengan kerjasama antara negara, BULOG, petani, akademisi, dan generasi muda, fondasi ketahanan pangan Indonesia diharapkan semakin kuat dari hulu ke hilir. (akn/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News