Jakarta -
Perum BULOG memastikan kesiapan beras dan kelancaran pengedaran pangan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta mendukung beragam penugasan pemerintah. Hingga saat ini, sebanyak 150 ton beras telah dibongkar di Pelabuhan Labuan Bajo.
Hal tersebut dilakukan melalui monitoring langsung proses pembongkaran beras mobilisasi nasional (Movenas) di Pelabuhan Labuan Bajo. Monitoring dilakukan untuk memastikan proses bongkar muat melangkah dengan baik, sekaligus menjaga kualitas beras sebelum selanjutnya didistribusikan sesuai kebutuhan di lapangan.
Direktur Operasi Perum BULOG Andi Afdal berbareng Direktur Pemasaran Perum BULOG Rahmanto Amin Jatmiko; serta jejeran mengenai nan terdiri atas Kepala Divisi Manajemen Logistik (Manlog), Kepala Divisi (Kadiv) Umum, Kadiv Pengadaan dan Pengelolaan Pangan (PPP); serta Pimpinan Cabang BULOG Ruteng turut melakukan peninjauan langsung di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Operasi Perum BULOG Andi Afdal mengatakan monitoring dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan mobilisasi dan pengedaran beras melangkah lancar sehingga kebutuhan masyarakat di NTT dapat terus terpenuhi.
"Kami memastikan proses mobilisasi dan pembongkaran beras melangkah dengan baik. Beras nan masuk bakal kami kelola dan distribusikan sesuai kebutuhan, sehingga kesiapan pangan masyarakat di NTT tetap terjaga," ujar Andi, dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/8/2026).
Andi menambahkan stok beras nan tersedia bakal dioptimalkan untuk mendukung beragam kebutuhan pangan masyarakat dan penugasan pemerintah, termasuk Bantuan Pangan, penanganan masyarakat terdampak musibah alam, serta penyelenggaraan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Sementara itu, Direktur Pemasaran Perum BULOG Rahmanto Amin Jatmiko menegaskan pihaknya terus memastikan kelancaran pengedaran pangan hingga ke wilayah nan membutuhkan.
"Kami terus melakukan koordinasi dan monitoring di lapangan agar beras nan tersedia dapat segera disalurkan sesuai kebutuhan. Dalam kondisi bencana, tentunya pengedaran menjadi salah satu perhatian utama agar support pangan dapat diterima masyarakat secara sigap dan tepat," kata Rahmanto.
Untuk memperkuat kesiapan pangan di wilayah NTT, BULOG memastikan stok beras saat ini mencapai sekitar 35 ribu ton.
Selain itu, BULOG juga menyiapkan tambahan stok sekitar 40 ribu ton nan bakal dimobilisasi secara berjenjang dari sejumlah wilayah, termasuk Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan (Sulsesl), dan Jawa Timur (Jatim).
Penguatan stok tersebut merupakan langkah antisipatif BULOG untuk menjaga kecukupan pasokan sekaligus memberikan elastisitas dalam memenuhi beragam kebutuhan pangan masyarakat dan penugasan pemerintah sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
Sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr Ahmad Rizal Ramdhani telah menyampaikan pihaknya bakal memperkuat kesiapan beras di NTT melalui tambahan pasokan nan dimobilisasi dari sejumlah wilayah.
Dalam mendukung penanganan musibah di NTT, BULOG juga terus berkoordinasi dengan pemerintah wilayah dan pihak mengenai untuk memastikan support pangan dapat disalurkan secara cepat, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.
Sebelumnya, pada Rabu (19/8), Menteri Pertanian RI (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman berbareng Dirut BULOG telah meninjau langsung kondisi masyarakat dan penyaluran support pangan kepada masyarakat terdampak gempa bumi Flores di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.
Berdasarkan info per 19 Agustus 2026, BULOG telah merealisasikan penyaluran sebanyak 207 ton beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan 6.000 liter minyak goreng untuk mendukung penanganan musibah di sejumlah wilayah NTT.
BULOG bakal terus melakukan monitoring terhadap kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah wilayah (pemda), Badan Nasional Penanggulangan Bencana RI (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan RI (Basarnas), dan pihak mengenai lainnya.
Melalui penguatan stok, mobilisasi pangan, dan optimasi distribusi, BULOG memastikan kebutuhan beras masyarakat NTT tetap terpenuhi serta siap mendukung pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, termasuk dalam kondisi darurat akibat musibah alam.
(anl/ega)
18 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·