Jumlah pengungsi akibat gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo di Nusa Tenggara Timur (NTT) meroket. Hingga Sabtu (22/8), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 150.576 orang mengungsi.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan jumlah pengungsi meningkat dari info sebelumnya nan berada di kisaran 113 ribu orang.
“Saat ini, pengungsi lantaran banyaknya gempa susulan, pengungsi juga bertambah dari nomor nan kemarin, 113 ribuan, sekarang sudah mencapai 150.576 jiwa,” kata Berton dalam konvensi pers, Sabtu (22/8).
Adapun tiga wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, ialah Kabupaten Manggarai sebanyak 41.427 orang, Kabupaten Nagekeo sebanyak 34.256 orang, dan Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 31.372 orang.
Di tengah bertambahnya jumlah pengungsi, gempa susulan tetap terjadi di wilayah NTT. Berton juga mengatakan hingga Sabtu (22/8), tercatat 5.012 kali gempa susulan, dengan kekuatan terbesar 6,2 dan terkecil 1,1.
“Hingga saat ini gempa susulan tetap sering terjadi dan hari ini kami mendapatkan jumlah gempa susulan sebanyak 5.012 kali. Magnitudo terbesar adalah 6,2, sedangkan nan terkecil adalah 1,1. Gempa susulan nan dirasakan penduduk sebanyak 124 kali,” kata Berton.
12 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·