Jakarta, CNBC Indonesia - Arab Saudi melayangkan protes diplomatik kepada Irak. Ini mengenai dugaan serangan nan berasal dari wilayah negara tersebut.
Langkah ini disampaikan melalui pemanggilan duta besar Irak oleh Kementerian Luar Negeri Arab Saudi. Kementerian menegaskan sikap tegas Riyadh terhadap kejadian tersebut, sebagaimana dilaporkan media pemerintah setempat pada Minggu.
"Kerajaan menekankan kecaman dan penolakannya terhadap serangan nan berasal dari wilayah Irak terhadap kerajaan dan negara-negara Teluk," demikian pernyataan nan dikutip dari Kantor Berita Saudi, dikutip AFP, Senin (13/4/2026).
Pemanggilan duta besar ini menjadi salah satu indikasi awal tuduhan resmi di area bahwa serangan nan menyasar negara-negara Teluk- di tengah eskalasi bentrok antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran- kemungkinan diluncurkan dari wilayah Irak. Langkah Arab Saudi ini juga muncul hanya beberapa hari setelah AS mengusulkan pengaduan serupa mengenai ancaman dari wilayah Irak.
Konflik nan melibatkan AS, Israel, dan Iran turut menyeret Irak ke dalam pusaran ketegangan regional. Sejumlah serangan dilaporkan menargetkan kepentingan AS, termasuk Kedutaan Besar di Baghdad, nan kerap dikaitkan dengan golongan bersenjata pro-Iran di negara tersebut.
Selama periode konflik, kelompok-kelompok tersebut menyatakan melakukan serangan harian terhadap "pangkalan musuh" baik di dalam Irak maupun area sekitarnya. Namun, pada Rabu lalu, mereka menyatakan menghentikan sementara tindakan menyusul pengumuman gencatan senjata sementara antara AS dan Iran.
(tfa/sef)
[Gambas:Video CNBC]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·