Tangerang, CNBC Indonesia - Truk listrik sudah mulai mengaspal di jalanan, sehingga bukan hanya mobil dan motor liatrik. Terbaru, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) sudah mulai mendistribusikan truk listriknya, Fuso eCanter. Bahkan sudah berkeliaran di Jabodetabek.
Sales and Marketing Director KTB Motors Aji Jaya mengatakan eCanter merupakan bagian dari upaya perusahaan mendukung peta jalan pemerintah menuju transportasi rendah emisi.
"Fuso eCanter menjadi pelopor truk listrik pertama di Indonesia. KTB memastikan ekosistem nan mendukung operasional mulai dari kesiapan EV Mobile Charger hingga jasa purna jual untuk memberikan ketenangan konsumen dalam operasional kendaraan listrik," katanya di GIIAS di BSD, Tangerang, Selasa (4/8/2026).
Kendaraan nan diserahkan kepada Fastana menggunakan baterai ukuran M berkapasitas 83 kWh dengan jarak tempuh hingga 140 kilometer dan gross vehicle weight (GVW) 6 ton. Spesifikasi tersebut dinilai sesuai untuk kebutuhan pengedaran perkotaan nan mempunyai rute tetap dan terukur, terutama di area Jabodetabek.
"Fuso eCanter dengan baterai ukuran M bisa menempuh jarak hingga 140 kilometer. Kendaraan ini juga dilengkapi teknologi eAxle nan menggabungkan kegunaan gardan, gear, motor, dan inverter sehingga perawatannya menjadi lebih mudah dan efisien," kata Aji.
Di sisi pengguna, PT Fastana Logistik Indonesia mengaku keputusan menggunakan truk listrik tidak diambil secara instan. Perusahaan lebih dulu melakukan kajian terhadap aspek operasional, efisiensi biaya, hingga support jasa purna jual sebelum akhirnya memutuskan membeli unit eCanter. Evaluasi tersebut dilakukan selama sekitar dua bulan sebelum pesanan kendaraan diterbitkan.
"Pertama itu pasti kami memandang cost efficiency-nya. Karena rupanya ini bisa memberikan pengaruh mungkin lebih dari 40% itu mungkin bakal bisa menghemat operasional kami," kata Direktur PT Fastana Logistik Indonesia Subagyo Raharjo.
Selain potensi penghematan biaya, perusahaan juga mempertimbangkan komitmen keberlanjutan nan dijalankan Kapal Api Group. Fastana juga menilai pengalaman panjang menggunakan lebih dari 400 unit armada Mitsubishi Fuso menjadi modal krusial lantaran selama ini perusahaan telah merasakan support jasa purna jual dan kesiapan suku cadang nan dinilai responsif.
"Kalau dari fuel-nya saja kami kalkulasi sekitar 41% dari fuel-nya saja. Itu kami belum menghitung maintenance-nya. nan pasti kami percaya lebih low maintenance juga. Kalau penerapan ini sukses di Fastana Logistik Indonesia, kelak grup-grup nan lain juga mungkin bakal mengikutinya," kata Subagyo.
eCanter mejeng di GIIAS 2026. (CNBC Indonesia/Ferry Sandi) Foto: (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)
(dce)
[Gambas:Video CNBC]
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·