Di usia 20 tahun, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhammad Winesqi Nibras nan berkawan disapa Ibas, sukses mengembangkan upaya kuliner dimsum mentai berjulukan House of Ninoms dari upaya rumahan menjadi empat outlet di Yogyakarta.
Sebelum dikenal dengan nama House of Ninoms, upaya nan dirintis Ibas tersebut berjulukan Ninoms. Usaha itu dimulai ketika dia tetap duduk di bangku sekolah berbareng sang kakak dengan tujuan mengumpulkan biaya untuk memberangkatkan ibu mereka menunaikan ibadah umrah.
"Kita pengen memberangkatkan Ibu umroh. Jadi waktu puasa itu (jualan) pakai meja mini aja nan ada di depan rumah. Jadi saya pakai dua meja kecil, saya print banner, terus kayak kompornya hanya satu tungku kompor nan bisa buat camping gitu. Terus saya jual, terus saya torch. Udah gitu aja," kata Nibras.
Setelah melalui proses pengembangan bisnis, Ninoms kemudian beralih bentuk menjadi House of Ninoms dengan konsep Japanese-Indonesian Fusion nan tidak hanya menghadirkan dimsum mentai, tetapi juga beragam menu lain. Konsep tersebut datang melalui outlet keempat nan resmi dibuka pada Sabtu (1/8) di Jalan Wiratama, Tegalrejo, sekitar 100 meter di selatan Museum Diponegoro.
Salah satu menu nan menjadi bagian dari pengembangan House of Ninoms adalah Ninoms Signature Kabayaki Nikudon. Menu tersebut berupa nasi dengan daging sapi nan telah dipanggang, kemudian kembali diberi sentuhan api alias torch, serta dilengkapi telur onsen.
"Menu utamanya nan kita tonjolkan ialah Ninoms Signature Kabayaki Nikudon. Isinya memang daging sapi nan sudah kita panggang lampau kita torch lagi, jadi rasa smokey-nya keluar. Ada telur onsen di dalamnya," ujarnya.
Seiring berkembangnya usaha, House of Ninoms juga mengalami perubahan dari sisi operasional. Bisnis nan awalnya dijalankan berdua berbareng sang kakak tersebut sekarang melibatkan puluhan tenaga kerja untuk mendukung aktivitas upaya di empat outlet nan tersebar di Yogyakarta.
Bagi Ibas, perkembangan tersebut menjadi perjalanan nan tidak pernah dia bayangkan ketika pertama kali memulai upaya dari depan rumah. Menurutnya, pertumbuhan Ninoms tidak hanya terlihat dari bertambahnya jumlah outlet, tetapi juga dari kepercayaan pengguna terhadap produk nan mereka kembangkan.
"Dulu saya mulai Ninoms ini ketika tetap di bangku sekolah dan saya enggak nyangka dua tahun kemudian Ninoms bakal menjadi sebesar ini dan banyak orang nan percaya bakal Ninoms. nan saya tahu hanyalah saya nyoba buat bikin produk saya ini bisa memberikan pengalaman nan berkesan untuk para customer," ujar Ibas.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·