Buah-buahan yang Dilapisi Pestisida dan Bahan Kimia Terbanyak

Sedang Trending 52 menit yang lalu
Buah-buahan nan Dilapisi Pestisida dan Bahan Kimia Terbanyak Ilustrasi.(Magnific)

LAPORAN terbaru dari organisasi pembelaan kesehatan Environmental Working Group (EWG) mengungkapkan kebenaran mengejutkan mengenai buah-buahan musim panas favorit masyarakat. Banyak di antaranya ditemukan mengandung residu pestisida berbahaya, termasuk forever chemicals (bahan kimia abadi) nan dikaitkan dengan akibat kanker.

Dalam daftar Dirty Dozen tahun ini, nyaris semua jenis buah nan terdaftar--kecuali kentang--memiliki rata-rata empat alias lebih jenis pestisida pada setiap sampelnya. Meski demikian, EWG menekankan bahwa masyarakat tidak perlu berakhir mengonsumsi buah dan sayuran, lantaran faedah kesehatannya tetap jauh lebih besar daripada akibat paparannya.

Namun, temuan ini menjadi peringatan krusial untuk lebih selektif dalam memilih bahan pangan. Apa saja buah nan perlu diwaspadai?

Daftar Buah paling Terkontaminasi

EWG menganalisis 54.344 sampel dari 47 jenis buah berasas info tes residu pestisida terbaru dari Departemen Pertanian AS (USDA). Berikut lima besar buah dengan tingkat kontaminasi tertinggi:

  1. Stroberi: Menempati urutan pertama sebagai buah paling 'kotor'. Sebanyak 99 persen sampel terbukti positif mengandung residu pestisida, dengan temuan hingga 23 jenis pestisida berbeda pada satu sampel saja.
  2. Anggur: Berada di posisi kedua, setidaknya 80 persen sampel mengandung residu dari setidaknya satu jenis bahan kimia kekal (PFAS).
  3. Nektarin: Menempati posisi ketiga dalam daftar kontaminasi tertinggi tahun ini.
  4. Persik (Peaches): Berada di urutan keempat. Hampir 99 persen sampel persik terkontaminasi residu, termasuk fungisida fludioxonil nan diduga dapat mengganggu aktivitas hormon dan perkembangan janin.
  5. Ceri: Melengkapi posisi lima besar. Rata-rata ditemukan lima jenis residu pestisida pada sampel ceri, termasuk iprodione nan diklasifikasikan sebagai karsinogen (pemicu kanker).

Bahaya Bahan Kimia Abadi (PFAS)

Analis sains EWG, Varun Subramaniam, menyatakan bahwa temuan tahun ini menggarisbawahi keberadaan pestisida PFAS dalam rantai pasokan makanan. Bahan kimia ini sangat persisten di lingkungan dan susah terurai.

Paparan jangka panjang terhadap bahan kimia ini telah dikaitkan oleh para intelektual dengan beragam masalah kesehatan serius, termasuk peningkatan akibat penyakit kardiovaskular dan beberapa jenis kanker.

Catatan Redaksi: Selain buah-buahan di atas, daftar komplit Dirty Dozen juga mencakup bayam, kale, sawi hijau, paprika, apel, beri hitam (blackberries), pir, kentang, dan blueberry.

Langkah Pencegahan bagi Konsumen

Mengingat tingginya residu pada daftar tersebut, konsumen disarankan untuk:

  • Mencuci buah dan sayuran dengan air mengalir secara menyeluruh sebelum dikonsumsi.
  • Mempertimbangkan untuk membeli produk organik, terutama untuk jenis buah nan masuk dalam daftar Dirty Dozen.
  • Tetap menjaga pola makan seimbang dengan mengonsumsi beragam jenis buah dan sayuran untuk meminimalkan paparan berlebih dari satu jenis pestisida tertentu.

Meskipun tantangan pestisida ini nyata, transparansi info seperti nan disajikan EWG diharapkan dapat mendorong izin nan lebih ketat demi keamanan pangan dunia dan perlindungan kesehatan masyarakat. (The Independent/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia