Tim dengan 79 Poin Tak Juara, Bojan Hodak: Musim Ini Lebih Sulit

Sedang Trending 52 menit yang lalu
Pelatih Persib Bojan Hodak (tengah) disaksikan Menteri PKP Maruarar Sirait (kanan) dan Waket PSSI Zainudin Amali (ketiga kiri) mengangkat piala penghargaan pembimbing terbaik BRI Super League 2025/2026 di Stadion GBLA, Bandung, Jabar, Sabtu (23/5/2026). Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTO

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menilai kejuaraan Super League musim ini melangkah jauh lebih ketat dibanding musim sebelumnya. Bahkan, dia menyebut musim ini 'aneh' lantaran ada tim nan bisa mengoleksi 79 poin namun tetap kandas menjadi juara.

Hal itu disampaikan Bojan dalam konvensi pers usai laga kontra Persijap Jepara pada Sabtu (23/5), nan berhujung seri 0-0 dan memastikan Persib keluar sebagai juara musim ini.

“Skornya 0-0, kami punya kesempatan dan kami menjadi juara,” kata Bojan.

Menurut pembimbing asal Kroasia tersebut, persaingan musim ini meningkat drastis lantaran kualitas tim-tim peserta semakin merata. Ia menyoroti kebijakan penggunaan tujuh pemain asing nan membikin kekuatan klub-klub Liga 1 semakin kompetitif.

“Musim ini lebih susah lantaran setiap tim mempunyai tujuh pemain asing di lapangan. Dan setiap tim sekarang mempunyai setidaknya lima pemain lokal nan bagus,” ujarnya.

Tim dan ofisial Persib Bandung mengangkat piala usai menjuarai BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (23/5/2026). Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTO

Bojan mengatakan, kualitas liga berkembang dibanding musim-musim sebelumnya. Bahkan, jumlah poin nan sebelumnya cukup untuk menjadi juara sekarang belum tentu bisa membawa tim finis di posisi teratas.

“Musim lalu, jika kami mendapatkan poin nan sama dengan musim lalu, kami mungkin hanya berada di ranking 4-5 musim ini,” katanya.

Ia juga secara unik menyinggung Borneo FC nan menjadi pesaing utama Persib dalam perebutan gelar juara. Menurut Bojan, Borneo FC tampil sangat baik sepanjang musim, namun kurang beruntung dalam momen penentuan.

“Mereka tidak punya keberuntungan. Mereka punya tim nan bagus tapi tidak mempunyai keberuntungan,” ujar Bojan.

Bojan apalagi menyebut kondisi musim ini terasa tidak biasa lantaran tingginya raihan poin Borneo FC nan tetap tidak cukup untuk menjadi kampiun.

Tim dan Official Persib Bandung berselebrasi mengangkat piala seusai menjuarai BRI Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (23/5/2026). Foto: Novrian Arbi/ANTARA FOTO

“Pada akhirnya, ini lebih susah dari musim nan sebelumnya dan saya rasa ini cukup asing ketika ada tim nan mendapatkan 79 poin tetapi tidak bisa menjadi juara,” katanya.

Meski sukses mencatat sejarah berbareng Persib, Bojan mengaku perihal pertama nan ada di pikirannya setelah pertandingan justru soal istirahat. Ia menyebut seluruh tim sudah kelelahan setelah menjalani musim panjang nan penuh tekanan.

“Hal pertama dalam akal saya adalah ketika laga ini usai, musim ini selesai, semuanya kelelahan. Kami sekarang mau segera berlibur,” ucapnya.

Ia menambahkan, pada akhirnya publik hanya bakal mengingat status juara, bukan perincian pertandingan nan dilalui sepanjang musim.

“Tidak bakal ada nan mengingat pertandingan, tidak bakal ada nan mengingat pertandingan lainnya, semuanya hanya bakal mengingat ini (momen juara),” katanya.

Pesepak bola Borneo FC Samarinda Mariano Ezequiel Peralta Bauer (tengah) selebrasi berbareng rekan setim usai mencetak gol ke gawang Malut United FC pada laga BRI Super League di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (23/5/2026). Foto: Angga Palguna/Antara Foto

Setelah memastikan gelar juara, Bojan mengungkapkan tim bakal langsung menggelar rangkaian seremoni sebelum memasuki masa libur. Agenda itu dimulai dari seremoni berbareng tim hingga agenda makan berbareng di rumah Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar.

Saat ditanya apakah dirinya sempat memantau pertandingan Borneo FC, Bojan mengaku tidak terlalu mengikuti jalannya laga tersebut. Namun dia sudah memperkirakan hasil pertandingan lawannya.

“Kami tidak mengikutinya, tapi kami sudah menduga Malut kalah lantaran tanpa sepuluh pemain andalannya,” katanya.

Penulis: Abisatya Ramdhani

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan