BPS Mulai Pendataan Lapangan Sensus Ekonomi 2026 di Jateng

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi berbareng Gubernur Jawa Tengah dan kepala wilayah dalam agenda pencanangan sensus ekonomi di Lapangan Simpang Lima Semarang. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

Badan Pusat Statistik (BPS) telah memulai pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) sejak Senin (15/6). Kali ini, Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi mencanangkan langsung penyelenggaraan agenda SE2026 itu di Provinsi di Jawa Tengah (Jateng).

Sonny mengatakan, Jawa Tengah merupakan provinsi nan banget krusial bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Sebab, unit upaya nan dimiliki penduduk Jateng jumlahnya mencapai 5 juta alias menyumbang 25 persen dari total upaya di Pulau Jawa.

"Jadi seperempat dari unit upaya di Pulau Jawa berada di Provinsi Jawa Tengah. Begitu besarnya peran ekonomi Jawa Tengah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Kalau Jawa Tengah bisa tumbuh sigap pasti mengangkat naik pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Sonny dalam sambutannya di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang nan diikuti oleh ribuan petugas sensus dari beragam wilayah di Jateng, Kamis (18/6).

Sonny menjelaskan dalam SE2026 seluruh unit upaya bakal didata satu persatu. Petugas bakal mendatangi tiap pintu rumah agar info kondisi ekonomi di Indonesia valid.

"Kami bakal datang door to door ke rumah-rumah lantaran memang banyak sekali aktivitas upaya nan dilakukan di dalam rumah. Sekarang kan sudah pakai TikTok, sudah pakai medsos, itu tidak terlihat dari luar. Baru bisa kita data, baru bisa kita identifikasi jika kita masuk ke rumah-rumah," jelas dia.

Selain itu, dalam sensus ekonomi tahun ini pendataan juga bakal dilakukan di sektor pertanian. Tujuannya, agar didapatkan info riil tentang kondisi ekonomi secara keseluruhan.

"Supaya memperoleh gambaran nan utuh tentang sensus ekonomi, tentang seluruh aktivitas ekonomi, maka tahun 2026 kita putuskan mencacah termasuk aktivitas ekonomi di sektor pertanian," ungkap Sonny.

Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi berbareng Gubernur Jawa Tengah dan kepala wilayah dalam agenda pencanangan sensus ekonomi di Lapangan Simpang Lima Semarang. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

Sonny juga meminta support dari bupati alias wali kota di Jawa Tengah untuk ikut mensukseskan agenda 10 tahunan ini. Ia berambisi agar kepala wilayah berkedudukan aktif sehingga info dari sensus ekonomi ini bisa mengerek pertumbuhan ekonomi.

"Bapak Presiden telah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen sebagai salah satu sasaran besar pembangunan nasional. Data statistik bukanlah sekadar nomor lantaran di kembali info statistik ada jutaan manusia nan berharap, ada jutaan pelaku upaya nan berambisi sehingga info statistik dimaknai sebagai kemanusiaan," tegas Sonny.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut pendataan nan berjalan hingga 31 Agustus 2026 ini bakal melibatkan 36.891 petugas nan disebar. Tujuannya memetakan kondisi ekonomi wilayah secara jeli sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.

"Setelah 2,5 bulan, kita bisa memetakan tentang wilayah kita, ekonomi Jawa Tengah gambarannya seperti apa. Ini krusial agar kita semuanya menyadari bahwa pertumbuhan ekonomi ini basisnya adalah data," ungkap Luthfi.

Luthfi meminta masyarakat dan pelaku upaya untuk memberikan info nan jujur dan faktual, lantaran hasil pendataan tersebut bakal menjadi fondasi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan, menarik investasi, hingga membuka lapangan kerja baru.

"Berikan info semaksimal mungkin kepada teman-teman kita dari BPS. Karena info bakal memberikan fakta. Dibuka apa adanya, info bakal rahasia. Ini untuk memberikan suatu investasi pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah ke depan," tutur Luthfi.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan