Pengumuman personil Paskibraka tingkat pusat tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BPIP RI, Yudian Wahyudi, dalam konvensi pembentukan Paskibraka tingkat pusat tahun 2026 nan disiarkan melalui kanal YouTube resmi BPIP, Senin (22/6).(Dok Istimewa)
Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP RI) resmi menetapkan 76 personil Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat pusat tahun 2026. Mereka merupakan 38 pasang putra-putri terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia nan bakal bekerja pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Istana Negara, 17 Agustus 2026 mendatang.
Pengumuman personil Paskibraka tingkat pusat tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BPIP RI, Yudian Wahyudi, dalam konvensi pembentukan Paskibraka tingkat pusat tahun 2026 nan disiarkan melalui kanal YouTube resmi BPIP, Senin (22/6).
Dari 76 personil nan terpilih, Provinsi Sulawesi Tenggara mengirimkan dua wakil terbaiknya, ialah Laode Reyhan Putra Satria Korwa, pelajar SMAN 2 Baubau, serta Waode Bintang Adisya, pelajar SMAN 1 Kulisusu, Kabupaten Buton Utara.
Keduanya sukses melewati tahapan seleksi nasional dan bakal menjadi bagian dari pasukan pengibar Sang Saka Merah Putih pada upacara kenegaraan di Istana Negara. Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi kebanggaan bagi masyarakat Sulawesi Tenggara lantaran putra-putri wilayah kembali mendapat kepercayaan mengemban tugas nasional.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulawesi Tenggara, Andrian, mengatakan pengumuman hasil seleksi nasional dilakukan secara serentak melalui siaran langsung BPIP pada Senin sekitar pukul 11.30 Wita.
“Provinsi Sulawesi Tenggara sebelumnya mengutus tiga pasang calon Paskibraka untuk mengikuti seleksi tingkat nasional. Dari hasil seleksi tersebut, satu pasang dinyatakan lolos mewakili Sultra di tingkat pusat, ialah Laode Reyhan Putra Satria Korwa dari SMAN 2 Baubau dan Waode Bintang Adisya dari SMAN 1 Kulisusu, Buton Utara,” kata Andrian saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa 23 Juni 2026.
Ia menjelaskan, seleksi Paskibraka tingkat pusat merupakan bagian dari proses pembinaan generasi muda nan tidak hanya menilai keahlian fisik, tetapi juga kedisiplinan, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, karakter, serta komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila.
Menurutnya, dua pasang calon Paskibraka Sulawesi Tenggara lainnya nan belum terpilih di tingkat pusat bakal secara otomatis menjadi personil Paskibraka tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara. Mereka nantinya bakal bekerja dalam upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI di tingkat provinsi.
Andrian menuturkan, pemerintah wilayah sekarang tetap menunggu agenda pemanggilan resmi dari BPIP mengenai keberangkatan serta penyelenggaraan pemusatan pendidikan dan training bagi personil Paskibraka tingkat pusat.
“Kita tetap menunggu info resmi mengenai agenda keberangkatan. Jika berkaca pada tahun sebelumnya, pemusatan latihan dilaksanakan di Cibubur selama kurang lebih satu bulan,” ujarnya.
Selama masa pemusatan pendidikan dan pelatihan, personil Paskibraka nasional bakal mendapatkan pembinaan intensif sebelum menjalankan tugas kenegaraan pada 17 Agustus. Selain bekerja mengibarkan bendera, para personil juga bakal mengikuti penguatan karakter, wawasan kebangsaan, serta pembinaan ideologi Pancasila.
Andrian berambisi Laode Reyhan Putra Satria Korwa dan Waode Bintang Adisya dapat menjalani seluruh rangkaian pendidikan dan training dengan penuh tanggung jawab serta membawa nama baik Sulawesi Tenggara di tingkat nasional.
“Siapapun nan terpilih adalah putra-putri terbaik Sulawesi Tenggara. Saya berambisi mereka menjaga nama baik daerah, menjaga kondisi bentuk dan mental, tetap rendah hati, tidak sombong, serta konsentrasi menjalani seluruh tahapan training nan bakal dilalui,” pungkasnya.
Terpilihnya dua pelajar asal Sulawesi Tenggara tersebut menambah daftar generasi muda dari beragam wilayah nan dipercaya negara untuk menjalankan tugas simbolis dan berhistoris dalam peringatan kemerdekaan Indonesia di Istana Negara. (Rahmat Rullah/RR)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·