Bos Danantara soal Restrukturisasi BUMN Karya: Cukup Rumit, Utangnya Besar

Sedang Trending 50 menit yang lalu

Rohman Wibowo , Jurnalis-Selasa, 18 Agustus 2026 |20:36 WIB

 Cukup Rumit, Utangnya Besar

Bos Danantara soal Restrukturisasi BUMN Karya: Cukup Rumit, Utangnya Besar (Foto: Okezone)

JAKARTA - Danantara menargetkan penyelesaian proses restrukturisasi badan upaya milik negara (BUMN) sektor bangunan alias BUMN karya sebelum penutupan tahun 2026.

Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara sekaligus Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN Dony Oskaria menargetkan langkah penataan korporasi tersebut bisa memulihkan aspek finansial serta memperbaiki esensial upaya perusahaan BUMN karya di masa mendatang.

“Saya tetap mengupayakan akhir tahun ini sudah selesai, tetapi dinamika di dalam menyelesaikan ini kan cukup rumit,” ujar Dony kepada wartawan di Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Dony membeberkan bahwa program penyehatan korporasi di sejumlah BUMN karya tergolong cukup pelik. Hal tersebut dipicu oleh tingginya tumpukan utang luar biasa serta kompleksitas persoalan upaya nan membelit masing-masing perseroan.

Kondisi ini kian rumit lantaran beban utang dan benang kusut upaya tersebut telah merembet ke lini anak hingga cucu upaya perusahaan.

“Utangnya besar-besar, masalahnya ini tidak hanya di level holding, tetapi dia punya anak-anak perusahaan juga bermasalah,” ungkap Dony.

Melalui jalannya restrukturisasi ini, konsentrasi upaya BUMN karya nantinya bakal dikerucutkan ke dalam tiga pilar utama, nan meliputi lini infrastruktur, jasa bangunan gedung, serta sektor rekayasa, pengadaan, dan bangunan alias EPC (engineering, procurement, and construction).

Secara menyeluruh, perombakan struktural ini merupakan bagian dari peta jalan pemerintah dalam merampingkan alias merger postur perusahaan milik negara.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com