Jakarta, CNBC Indonesia - Chief Technology Officer (CTO) Danantara Sigit Puji Santosa menegaskan bahwa pengelolaan logam tanah jarang (LTJ) alias rare earth elements di Indonesia bakal dilakukan secara langsung oleh PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas).
Menurut dia, saat ini pihaknya tengah membangun Perminas sebagai perusahaan nan bakal mengelola LTJ sekaligus mendorong pengembangan industri turunannya, termasuk industri magnet permanen.
"Kami di Danantara juga bangun Perminas nan bakal mengelola dan bakal industri magnet kelak ada motor traksi sampai motor mobil," ujar Sigit dalam aktivitas Mindialogue 2026: Mineral untuk Stabilitas Ekonomi RI, Rabu (12/8/2026).
Di sisi lain, Sigit menyebut bahwa pengembangan LTJ bakal dilakukan secara holistik. Pasalnya, LTJ mempunyai faedah nan cukup strategis, khususnya untuk industri kendaraan listrik dan sektor pertahanan.
"Itu untuk EV, untuk pertahanan cukup banyak di Indonesia kelak untuk misal baja armor kita dengan teman-teman PT Krakatau Steel pertimbangkan sudah bisa masuk hanya saja kita kudu sempurnakan," ujarnya.
Sebelumnya, Sigit menyatakan pengembangan industri middle stream material maju perlu dipandang sebagai bagian dari transformasi industri nasional. Ia mau transformasi ini bisa menuju ekonomi berbasis teknologi, manufaktur berbobot tambah tinggi, dan penguasaan rantai pasok masa depan.
Menurut Sigit, Indonesia kudu bisa menangkap kesempatan permintaan regional, membangun kapabilitas teknologi, serta bersaing di pasar dunia untuk mencapai skala ekonomi nan berkelanjutan. Untuk itu, kata dia, pengembangan industri material maju perlu diarahkan secara lebih terintegrasi sebagai fondasi untuk memperkuat daya saing industri nasional.
Kekuatan Indonesia, katanya tidak hanya terletak pada kesiapan mineral, tetapi pada keahlian mengubahnya menjadi ekosistem industri material maju nan menopang baterai, daya bersih, pertahanan, transportasi, dan beragam teknologi strategis masa depan.
"Nikel tetap menjadi salah satu kelebihan penting, namun agenda besarnya adalah membangun kapabilitas industri nan lebih luas, berbobot tambah tinggi, dan kompetitif secara global," tutur Sigit.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·