BNPB Catat 8.900 Ha Lahan Terbakar di Kalimantan Selatan

Sedang Trending 14 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sekitar 8.900 hektare lahan terbakar di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan menyatakan BNPB berbareng para pihak mengenai terus mengerahkan personel dan beragam sarana untuk menangani kebakaran rimba dan lahan (karhutla) nan terjadi di 6 (enam) provinsi.

"Terhitung sampai tanggal sekarang nan terbakar kurang lebih ada 8.900 hektare di wilayah Kalimantan Selatan," ujar Djohan dalam konvensi pers nan digelar di instansi BNPB, Jakarta, Sabtu (22/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan kabut asap sempat muncul di Kalimantan Selatan pada 19-20 Agustus. Kondisi tersebut menjadi perhatian BNPB berbareng satuan tugas udara dan darat.

"Di Kalimantan Selatan ada beberapa hotspot (titik panas) nan cukup tinggi, khususnya berada di Ring 1 nan mendekati bandara, Kota Banjar, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Tanah Laut," ungkap dia.

"Dalam perihal ini memang pada sekitar tanggal 19 terjadi kabut asap khususnya di pagi hari sampai tanggal 20. Ini pun juga menjadi atensi buat BNPB dengan Satgas Udara-nya maupun Satgas Udara nan kita gelar," lanjutnya.

Meski demikian, dia menyebut kondisi di lapangan saat ini mulai membaik. Proses pemadaman dan pendinginan tetap dilakukan di letak nan terdampak.

Setidaknya sekitar 9.800 personel campuran dikerahkan untuk menangani kebakaran rimba dan lahan di Kalimantan Selatan. Sembilan unit helikopter juga disiagakan.

Sementara itu, BNPB juga memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan Barat. Di wilayah ini, sebanyak 11 unit helikopter telah dioperasionalkan.

"Kalimantan Barat kita sudah menggelar unit-unit heli, terdiri dari 11 unit," imbuhnya.

BNPB juga menyiagakan enam unit water bombing dan dua base Satgas Udara di Kalimantan Barat, ialah di Bandara Supadio dan Ketapang.

"Unit-unit heli patroli dan water bombing kita ada nan bergeser untuk memperkuat daerah-daerah nan terdampak di wilayah Kalimantan Barat, khususnya nan di wilayah Selatan, ya, dalam perihal ini Ketapang, Kayong Utara, dan Kubu Raya," paparnya.

Lebih lanjut, BNPB mencatat peningkatan intensitas titik panas di Kalimantan Tengah. 

"Di sini juga terjadi peningkatan intensitas titik api. Sejauh ini kita sudah mengerahkan ada 10 unit heli nan terdiri dari 3 unit heli Bell, 1 unit Caravan nan bisa berfaedah patroli maupun OMC, selanjutnya 6 unit water bombing, ya," tutur dia.

BNPB juga menyiapkan dua base untuk mendukung operasi udara di Kalimantan Tengah. Base pertama berada di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya. Sedangkan base kedua bakal disiapkan di Kabupaten Sampit.

Selain itu, BNPB menyiapkan lima unit motor trail nan dapat digunakan untuk menjangkau letak nan hanya bisa dilewati jalan setapak. Disiapkan pula mobil tangki air, pompa-pompa kecil, dan flexible tank.

(rhs/sfr)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional