, MEDAN – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk wilayah Sumatera Utara (Sumut) pada Sabtu (25/7). Sejumlah wilayah diprediksi bakal diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa pada pagi hari, potensi hujan ringan bakal terjadi di wilayah Langkat, Labuhanbatu Utara, Nias Selatan, Tapanuli Tengah, dan sekitarnya.
Memasuki siang hingga sore hari, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan meluas ke sebagian besar wilayah Sumatera Utara. Kondisi serupa tetap berpotensi bersambung pada malam hari, terutama di wilayah Kepulauan Nias, pantai timur, lereng timur, dan lereng barat.
Untuk periode awal hari, hujan ringan diprakirakan tetap bakal turun di Nias Selatan, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Mandailing Natal, dan sekitarnya. Suhu udara rata-rata di wilayah Sumut berkisar antara 14 hingga 33 derajat Celcius, dengan tingkat kelembaban mencapai 60 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah selatan hingga timur dengan kecepatan 3 hingga 15 km per jam.
Peringatan Gelombang Tinggi di Perairan Sumut
Secara terpisah, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Dasmian Sulviani, memberikan peringatan awal mengenai potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Sumut pada 25 hingga 27 Juli 2026. Pola angin di wilayah Sumatera bagian utara umumnya bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan berkisar antara 6 hingga 25 knot.
Gelombang laut dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berkesempatan terjadi di perairan barat Kepulauan Nias, perairan Kepulauan Batu, perairan barat Kepulauan Batu, perairan timur Kepulauan Nias, dan perairan barat Sumut. Sementara itu, gelombang nan lebih tinggi, mencapai 2,5 hingga 4 meter, berkesempatan terjadi di Samudra Hindia barat Kepulauan Nias.
BMKG mengimbau para nelayan nan menggunakan perahu untuk waspada jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Peringatan serupa juga ditujukan bagi kapal tongkang jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter, serta kapal feri jika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·