Ratusan titik panas alias hotspot parameter kebakaran rimba dan lahan (Karhutla) kembali membara di Pulau Sumatra(MI/Rudi Kurniawansyah)
BADAN Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru Provinsi Riau mendeteksi total 733 titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera berasas pembaruan info pada pukul 16.00 WIB, Jumat (21/8). Prakirawan BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang menjelaskan hotspot terdeteksi di sembilan provinsi.
Ia menyebut ada lonjakan hotspot di Sumatera Selatan nan mencapai 377 titik.
"Wilayah lain nan turut menyumbang nomor tinggi adalah Bangka Belitung dengan 100 titik dan Lampung dengan 98 titik, disusul oleh Riau 69 titik, Jambi 53 titik, Kepulauan Riau 17 titik, Bengkulu 14 titik, Sumatera Barat 4 titik, dan Sumatera Utara 1 titik," terang dia.
Sementara itu, Provinsi Riau terdapay 69 hotspot nan tersebar di delapan wilayah kabupaten. Kabupaten Pelalawan menjadi area paling krusial di Riau dengan temuan 56 titik panas, diikuti oleh Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 4 titik, dan Kabupaten Kampar 3 titik.
Hotspot lainnya terdeteksi di Kabupaten Kepulauan Meranti sebanyak 2 titik, serta Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Rokan Hulu, dan Kabupaten Indragiri Hulu nan masing-masing mencatatkan 1 titik panas.
Manggala Agni dalam beberapa waktu terakhir berjibaku memadamkan kebakaran lahan di Riau nan menghanguskan 700 hektare lahan. Lahan terbakar paling banyak ialah di Kabupaten Inderagiri Hulu seluas 434 hektare dan Pelalawan 300 hektare.
Manggala Agni juga menangani sejumlah kebakaran lahan di Provinsi Riau. Di antaranya Kabupaten Kampar, Siak, dan Bengkalis. (Ant/H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·