Kekeringan di Kayong Utara Kalbar, Warga Terpaksa Minum Air Parit

Sedang Trending 28 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Kemarau panjang menyebabkan kekeringan parah di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Sedikitnya lima desa di Kecamatan Pulau Maya sekarang mengalami krisis air bersih setelah sumur penduduk mengering dan persediaan air hujan semakin menipis.

Lima desa nan terdampak ialah Desa Dusun Besar, Dusun Kecil, Kamboje, Satai Lestari, dan Tanjung Satai. Kondisi paling memprihatinkan dilaporkan terjadi di Desa Kamboje dan Dusun Kecil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga di kedua wilayah tersebut mulai menggunakan air parit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk mandi. Namun, air nan digunakan dalam kondisi tercampur lumpur dan debu akibat jerebu asap sisa kebakaran lahan.

Sementara untuk kebutuhan minum, penduduk selama ini mengandalkan air hujan nan ditampung. Akan tetapi, persediaan air tersebut sekarang nyaris lenyap akibat musim tandus nan berkepanjangan.

Ujang, penduduk Desa Kamboje, mengatakan masyarakat sangat memerlukan support pasokan air bersih dari pemerintah.

"Kalau sekarang ini, kami sangat perlu sekali air bersih. Sumur sudah kering. Air hujan nan dipakai selama musim panas ini juga sudah habis," kata Ujang, Jumat (21/8).

Kondisi tersebut membikin penduduk tidak mempunyai banyak pilihan selain menggunakan air parit untuk keperluan sehari-hari.

"Terpaksa air parit nan bercampur lumpur dan debu asap jejak kebakaran dipakai untuk sehari-hari," sambungnya.

Ujang berambisi Pemerintah Kabupaten Kayong Utara segera menyalurkan air bersih ke desa-desa nan terdampak. Ia juga meminta pemerintah membangun sumur bor sebagai solusi jangka panjang menghadapi persoalan kekeringan.

Selain support dari pemerintah, Ujang berambisi perusahaan nan beraksi di sekitar wilayah tersebut turut berkontribusi memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kayong Utara Alias Syahroni mengatakan kekeringan saat ini telah dirasakan di nyaris seluruh wilayah Kayong Utara. Namun, Kecamatan Pulau Maya disebut menjadi wilayah nan mengalami kondisi paling parah.

"Desa di Kecamatan Pulau Maya merupakan wilayah nan terparah," kata Alias.

Menurut Alias, sumber air utama masyarakat berupa sumur telah mengering. Di sisi lain, persediaan air hujan nan selama ini ditampung penduduk juga semakin berkurang.

Ia mendesak Pemkab Kayong Utara segera mengambil langkah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat nan terdampak krisis air bersih.

"Pendistribusian air bersih sangat urgen buat masyarakat Pulau Maya saat ini. Saya juga berambisi pihak swasta ambil bagian," ujarnya.

Alias mengatakan support dari pihak swasta nan sebelumnya disalurkan belum menjangkau masyarakat di Pulau Maya.

Kondisi geografis dan keterbatasan akses transportasi menjadi salah satu hambatan pengedaran support ke wilayah tersebut.

"Memang Kecamatan Pulau Maya ini susah akses jalur darat," jelasnya.

Karena itu, Alias mendorong pemerintah wilayah menggandeng perusahaan maupun penanammodal nan beraksi di sekitar wilayah tersebut untuk mempercepat penyaluran air bersih.

"Sehingga kelak dalam pendistribusian support air bersih, Pemda bekerja-sama dengan pihak swasta, terutama penanammodal besar di area tersebut," kata Alias.

Baca selengkapnya di sini.

(tim/isn)

placeholder

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional