BGN Tutup Dapur MBG Sebabkan 49 Siswa MTs Keracunan di Cilegon

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Cilegon -

Badan Gizi Nasional (BGN) mengatakan telah mengevaluasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Cilegon yang menyebabkan 49 siswa MTs Al Inayah keracunan. Ia menyebut SPPG alias dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut telah ditutup.

"Ya, ditutup. Ada kejadian, langsung kita tutup dan kita pertimbangan mulai dari layout-nya hingga proses bisnisnya," kata Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN RI, Dadang Hendrayudha, di Kota Serang, Banten, Rabu (22/4/2026).

Menurut Dadang, setiap hari BGN meminta SPPG menyediakan sampel makanan untuk diperiksa. Jika terjadi sesuatu, makanan tersebut bakal dicek dan diperiksa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang paling penting, setiap hari ada sampel makanan nan diberikan. Jika ada apa-apa, sampel ini kita masukkan laboratorium untuk mengecek apakah memang betul terjadi dari makanan nan disajikan alias bagaimana," katanya.

Ia pun meminta SPPG tidak boleh memasak sebelum jam 2 pagi. Kondisi itu untuk menghindari menu nan disajikan basi.

"Saya sudah sampaikan kepada para Gubernur dan Pemerintah Daerah, khususnya Satgas, bahwa tidak ada lagi dapur-dapur nan memasak di bawah jam 2 pagi. Semuanya dilakukan mulai jam 2 dan dibagi menjadi tiga tahap. Harapannya adalah prosesnya benar, dapurnya benar, dan semua higienis sampai ke anak-anak," katanya.

Sebelumnya, sebanyak 49 siswa MTs Al Inayah, Cilegon, dilarikan ke puskesmas diduga keracunan makanan dari program MBG. Polisi melakukan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut.

Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Silitonga mengatakan, dugaan keracunan makanan dari salah satu dapur SPPG di Cibeber itu terjadi pada Kamis (16/4). Martua mengaku pihaknya sudah mendatangi beberapa Puskesmas nan menangani siswa korban keracunan.

"Pas kami mengecek dari info nan ada di info dari beberapa Puskesmas itu kurang lebih ada 49-an ya, jika nggak salah 49 orang," kata Martua di Cilegon, Jumat (17/4).

Gejala nan diderita puluhan siswa itu bervariasi, ada nan merasakan mual hingga pusing. Menurut polisi, saat ini para siswa itu dalam penanganan pihak medis.

"Yang kita kudu inventarisir setiap orang itu gejalanya gimana lantaran ada indikasi nan mual berkali-kali, ada nan indikasi pusing, ada juga gejala-gejala nan lain," ujarnya.

(aik/dwr)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News