Rohman Wibowo
, Jurnalis-Jum'at, 19 Juni 2026 |18:36 WIB

BEI Perketat Pengawasan Cegah Praktik Goreng Saham (Foto: Okezone)
JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan memperketat dan memperkuat sistem pengawasan pasar terhadap segala corak praktik manipulasi transaksi dan perdagangan terstruktur (orchestrated trading) alias praktik 'goreng saham'
Direktur Utama terpilih BEI Jeffrey Hendrik menekankan upaya ini digulirkan sebagai respons aktif otoritas bursa untuk meningkatkan integritas pasar saham nasional, sekaligus mengembalikan kepercayaan penuh dari para penanammodal domestik maupun global.
Melalui langkah pengetatan ini, bursa berkomitmen melahirkan ekosistem perdagangan nan sehat, transparan, dan kredibel.
BEI menegaskan komitmennya untuk memperketat sistem pemantauan transaksi demi menciptakan suasana perdagangan nan setara dan transparan. Otoritas bursa sekarang tengah mempersiapkan serangkaian penyempurnaan teknologi dan sistem pengawasan guna mendeteksi aktivitas mencurigakan secara instan.
"Perbaikan dari sisi pengawasan itu juga bakal terus kita lakukan, sehingga ke depannya diharapkan pengawasan bakal menjadi lebih efektif. Ya sehingga catatan mengenai dengan manipulasi, orchestrated trading ya itu ke depan bakal lebih baik lagi penanganannya," ujar Jeffrey saat berbincang dengan awak media di instansi BEI, Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Jeffrey menambahkan, penguatan sistem pengawasan ini mencakup perbaikan prasarana perdagangan bursa secara menyeluruh serta pembaruan di sisi izin hukum.
Di sisi lain, BEI memastikan bahwa langkah pengetatan ini tidak bakal mengorbankan likuiditas bursa, di mana aktivitas transaksi harian saham di pasar domestik bakal tetap dipelihara agar melangkah dengan stabil dan akomodatif.
Kebijakan peningkatan kualitas pasar ini juga menjadi bagian krusial dari pemenuhan standar kualifikasi lembaga pemeringkat internasional. Otoritas bursa menyambut baik masukan eksternal sebagai landasan utama untuk mengevaluasi efektivitas patokan nan ada saat ini.
"Jadi catatan nan disampaikan oleh MSCI, kami sampaikan bahwa banyak hal-hal positif nan dipertahankan tetapi ada faktor-faktor nan diperlukan perbaikan itu nan memang sedang kita lakukan dalam rangkaian reformasi pasar modal ini," jelas Jeffrey.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·