BEI Bertemu MSCI, Ini 3 Agenda Besar Reformasi Pasar Modal Indonesia

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

 BEI Bertemu MSCI, Ini 3 Agenda Besar Reformasi Pasar Modal Indonesia

BEI Bertemu MSCI, Ini 3 Agenda Besar Reformasi Pasar Modal Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dengan pengarahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyelenggarakan pertemuan secara dalam jaringan (daring) dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI). 

Usai pertemuan, BEI menindaklanjuti masukan dari MSCI serta sebagai bagian dari agenda nan lebih luas dan tegas untuk memperkuat kredibilitas, integritas dan transparansi pasar modal Indonesia. 

3 Agenda Besar Reformasi Pasar Modal

Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan, telah dilakukan pembahasan mengenai beberapa inisiatif pasar modal Indonesia, di antaranya:

1. Perluasan keterbukaan info kepemilikan saham. Keterbukaan info kepemilikan saham tidak lagi terbatas pada kepemilikan di atas 5 persen. BEI bakal menambahkan pengungkapan kepemilikan saham di atas 1 persen nan disampaikan secara bulanan, guna semakin meningkatkan transparansi pasar.

2. Penyempurnaan pengelompokkan penanammodal dalam Single Investor Identification (SID). Saat ini, SID mengenal sembilan jenis investor, dan KSEI bakal bekerja-sama dengan pelaku pasar untuk menambahkan sejumlah info fields guna meningkatkan granularitas data. Penyempurnaan ini bakal dilakukan melalui penambahan 27 pengelompokkan penanammodal sebagai subkategori pada jenis penanammodal Corporate (CP) dan Others (OT) dalam SID.

3. Peningkatan ketentuan minimum free float. Sebagai kelanjutan dari upaya pendalaman pasar dan penyelarasan dengan delapan rencana tindakan percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia, ketentuan minimum free float bakal ditingkatkan dari 7,5 persen menjadi 15 persen. Peningkatan tersebut bakal diterapkan secara bertahap.

"Seluruh inisiatif tersebut ditargetkan untuk dapat diselesaikan sebelum akhir April 2026," katanya dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com