Taman Penitipan Anak (TPA) alias daycare menjadi solusi untuk orang tua nan keduanya bekerja alias kudu beraktivitas nan tidak memungkinkan untuk membawa anaknya. Namun, tidak jarang orang tua merasa susah percaya dan cemas ketika anak berada jauh dari pengawasannya.
Tidak jarang, ada daycare bandel nan beraksi tanpa izin nan membikin keamanan dan kenyamanan anak dipertanyakan. Seperti di Yogyakarta, berasas sweeping oleh pemerintah setempat, ditemukan 33 daycare nan beraksi tanpa izin.
"Per hari ini kita dapatkan ada 37 nan berizin dan ada 33 lainnya nan belum berizin nan kita lihat. Nanti bakal kita audit terus itu dan kemudian nomor itu bakal terus bertambah," kata Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo di Polresta Yogyakarta, Senin (27/4).
Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 2.593 daycare berizin di Indonesia. Dari nomor tersebut, daycare nan dimiliki oleh swasta paling dominan dengan jumlah 2.563 daycare. Sedangkan, daycare nan dimiliki oleh negeri sebanyak 30 daycare.
Dengan banyaknya daycare nan ada di Indonesia, orang tua tidak perlu cemas untuk memilih nan mana paling tepat untuk sang anak. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menyediakan portal Sekolah Kita nan bisa diakses secara online dengan tautan https://sekolah.data.kemendikdasmen.go.id/.
Pada portal tersebut, orang tua bisa mengecek info sekolah nan diinginkan dengan memasukkan nama daycare alias NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional) ke dalam mesin pencari. Namun, jika tetap mencari daycare, orang tua juga bisa memanfaatkan filter pencarian di portal Sekolah Kita.
Caranya adalah dengan memasukkan corak pendidikannya, misalnya dalam konteks daycare maka kita mencari TPA. Maka bakal muncul tampilan seperti ini.
Setelah itu, pengguna bisa memasukkan kota/kabupaten nan diinginkan ke dalam filter pencarian. Setelah memilih kota/kabupaten dan corak pendidikannya, muncul daftar beberapa sekolah nan sudah disesuaikan dengan filter.
Dari situ, bakal muncul beberapa daycare nan bisa dipilih sesuai preferensi masing-masing. Orang tua bisa memandang info perincian daycare dengan mengklik daycare nan diminati, kemudian bakal muncul tampilan info sekolah, seperti jumlah guru, jumlah siswa, akreditasi, status sekolah, dan lain-lain. Contohnya seperti di bawah ini.
Orang tua juga bisa memandang komparasi dua daycare nan diminati, ialah dengan langkah mengklik tulisan "sandingkan" di masing-masing sekolah. Setelah itu, klik "sandingkan" di bagian kanan atas dan bakal muncul tampilan seperti ini.
Karena merupakan portal resmi dari Kemendikdasmen, orang tua tidak perlu cemas lagi bakal kelegalannya. Jadi, portal Sekolah Kita bisa dijadikan sebagai patokan untuk orang tua mencari daycare terbaik untuk menitipkan anaknya.
Hal nan Perlu Diperhatikan dalam Memilih Daycare
Ada beberapa perihal nan perlu diperhatikan oleh orang tua sebelum memilih daycare nan pas untuk anaknya. Berdasarkan Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Taman Penitipan Anak nan diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Budaya tahun 2015, daycare alias TPA (Taman Pendidikan Anak) termasuk ke dalam PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) jenis nonformal nan kemudian diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori.
Menurut Juknis tersebut, daycare dibagi menjadi tiga dari segi waktu layanannya, ialah sehari penuh, separuh hari, dan temporer. Berikut rinciannya.
Daycare sehari penuh (full day) diselenggarakan satu hari penuh nan jamnya menyesuaikan dengan lingkungan setempat, biasanya dari 07.00 hingga 17.00.
Daycare separuh hari (half day) diselenggarakan selama separuh hari dari jam 07.00 hingga 12.00 alias 12.00 hingga 17.00.
Daycare temporer diselenggarakan di waktu-waktu tertentu sesuai kebutuhan masyarakat.
Tempat penyelenggaraan daycare bervariasi, seperti di perumahan, pasar, mal, perkantoran, rumah sakit, dan lain-lain nan bakal terus berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kurikulum pada daycare berasas Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) PAUD nan berpusat pada peserta didik, seperti nan telah dijabarkan dalam Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Taman Penitipan Anak. Pendekatan nan digunakan adalah belajar sembari bermain dengan memanfaatkan pengetahuan pengetahuan nan terus berkembang dan disesuaikan dengan sosial budaya setempat.
Rasio pembimbing dan peserta didik juga sudah diperhatikan oleh pemerintah nan tertuang dalam Permendikbud 137 tahun 2014. Berikut rinciannya.
Usia lahir sampai 2 tahun mempunyai rasio pembimbing dan peserta didik 1:4.
Usia 2-4 tahun mempunyai rasio pembimbing dan peserta didik 1:8.
Usia 4-6 tahun mempunyai rasio pembimbing dan peserta didik 1:15.
Kegiatan setiap daycare juga menyesuaikan dengan usia peserta didik lantaran setiap anak mempunyai kebutuhan nan berbeda. Oleh lantaran itulah, krusial bagi orang tua untuk memilih daycare sesuai dengan usia anak.
Penulis: Safina Azzahra Rona Imani
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·