Beda dengan Nikel Cs, Sumber Emas Tersebar Merata dari Aceh-Papua

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Holding Industri Pertambangan, MIND ID, menyoroti sumber emas nan tersebar di seluruh tanah air, dan berbeda dengan mineral lainnya. Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin mengatakan emas menjadi berpotensi menjadi sumber aset strategis nan mendukung persediaan devisa.

Apalagi berbeda dengan mineral lain, seperti timah dan nikel nan hanya ada di area tertentu, emas tersebar lebih merata di dalam negeri.

"Timah hanya ada di Bangka Belitung dan Kepulauan Riau. Kemudian nikel di Sulawesi sampai Maluku, tetapi jika emas jika kita lihat posisi silang Indonesia mulai dari Aceh sampai Papua, semua tanah kita ada emasnya," kata Maroef dalam aktivitas Mindialogue 2026: Mineral untuk Stabilitas Ekonomi RI, (Rabu 12/8/2026).

Menurutnya perihal ini membikin sumber daya emas lebih susah dikontrol. Misalnya saja, di utara Kalimantan dan Pulau Jawa, bisa dengan mudah mendapatkan emas. Untuk itu krusial untuk mulai membahas gimana menjaga kekayaan sumber daya alam mineral dan pemanfaatannya untuk tanah air. 

"Jadi semoga bisa dirumuskan untuk kita dan anak cucu, upaya perbaikan komprehensif lintas institusi, tata kelola persediaan mineral kudu di hulu hingga hilir," ungkapnya.

Dalam kesempatan nan sama, dia juga menyoroti banyaknya kekayaan sumber daya alam mineral dalam negeri, nan selama ini belum dapat dimanfaatkan secara langsung oleh badan upaya milik negara (BUMN).

Menurut dia, kekayaan sumber daya mineral RI selama ini justru lebih banyak dimanfaatkan oleh pihak lain. Bahkan, sejumlah pihak tersebut mempunyai keahlian teknologi nan memungkinkan mereka mengolah dan memanfaatkan sumber daya mineral Indonesia secara lebih optimal.

"Lebih banyak dimanfaatkan oleh pihak lain juga BUMN dan bisa mudah ditrace juga tapi itu BUMN nan mempunyai teknologi dahsyat Badan Usaha Mirip Negara Lain. bukan kita BUMN ini," kata Maroef.

(rah/rah) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News