Batalkan Serangan ke Iran, Trump Klaim Kesepakatan Tercapai Beberapa Hari Lagi

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Batalkan Serangan ke Iran, Trump Klaim Kesepakatan Tercapai Beberapa Hari Lagi Donald Trump.(Al Jazeera)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan tenteram dengan Iran sudah di depan mata. Pernyataan ini menandai perubahan sikap nan drastis setelah beberapa jam sebelumnya dia sempat menakut-nakuti bakal meluncurkan serangan militer besar-besaran terhadap prasarana minyak Teheran.

Dalam keterangannya pada Kamis (11/6) waktu setempat, Trump mengeklaim bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyetujui rencana perdamaian tersebut. Ia memproyeksikan arsip kesepakatan bakal rampung dalam beberapa hari ke depan yang sekaligus membuka jalan bagi pembicaraan lebih lanjut mengenai program nuklir Iran.

Sikap Hati-Hati Teheran

Meskipun Trump menunjukkan optimisme tinggi, pihak Teheran memberikan respons nan lebih terukur. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyatakan bahwa pihaknya belum mencapai konklusi final mengenai draf perjanjian tersebut.

"Iran belum mencapai keputusan akhir mengenai kesepakatan ini. Kami bakal mengumumkannya secara resmi jika konklusi telah tercapai," ujar Baghaei sebagaimana dikutip dari media pemerintah Iran.

Hambatan utama dalam negosiasi ini tetap berkisar pada tuntutan Iran agar AS segera mencairkan aset senilai puluhan miliar dolar nan dibekukan akibat sanksi. Dana tersebut sangat krusial bagi pemulihan ekonomi Iran nan terdampak parah oleh blokade ekonomi.

Diplomasi di Tengah Ancaman Militer

Sebelum pengumuman ini, tensi sempat memuncak ketika Trump menakut-nakuti bakal merebut Pulau Kharg--pusat ekspor minyak utama Iran--dan mengambil alih kendali pasar gas serta minyak negara tersebut. Namun, ancaman itu ditarik kembali setelah Trump menerima laporan bahwa Teheran mulai melunak terhadap tuntutan nuklir AS.

Delegasi dari Qatar, nan bertindak sebagai mediator, dilaporkan kembali dari Teheran membawa poin-poin baru untuk dimasukkan ke draf nota kesepahaman (MoU). Pejabat AS menyebut bahwa penandatanganan kemungkinan bakal dilakukan di Eropa pada akhir pekan ini dengan Wakil Presiden JD Vance nan dijadwalkan datang mewakili Amerika Serikat.

Konteks Konflik: Ketegangan ini merupakan puncak dari bentrok tiga bulan nan dimulai pada 28 Februari 2026, saat AS dan Israel meluncurkan serangan ke Iran. Meski gencatan senjata rentan sempat disepakati pada April, kedua pihak tetap sering terlibat kontak senjata.

Tekanan Domestik dan Pengawasan Kongres

Di dalam negeri, Trump menghadapi tekanan dari golongan konservatif di Kongres. Senator Lindsey Graham mengingatkan agar kesepakatan baru ini tidak menjadi pengulangan dari Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) tahun 2015 nan pernah ditinggalkan Trump pada periode pertamanya.

"Setiap perjanjian nan dicapai dengan Iran mengenai program nuklir mereka kudu dipresentasikan kepada Kongres untuk ditinjau dan disetujui," tegas Graham melalui media sosialnya.

Hingga kesepakatan betul-betul ditandatangani, Trump menegaskan bahwa blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran bakal tetap berlaku. Ia juga menjanjikan bahwa Selat Hormuz bakal segera dibuka secara resmi untuk perdagangan internasional segera setelah arsip disahkan. (Wall Street Journal/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia