Ini Alasan Kenapa Ibu Menyusui Jadi Sering Lapar

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi ibu mengandung makan es krim. Foto: WHYFRAME/Shutterstock

Pernah merasa jadi lebih sigap lapar setelah melahirkan dan menyusui? Bahkan rasanya seperti lapar terus, padahal sudah makan?

Tenang, Moms, ini bukan perihal nan aneh. Sebab, selama enam bulan pertama menyusui, tubuh ibu bekerja ekstra keras untuk memproduksi Air Susu Ibu (ASI).

Riset dalam tinjauan komprehensif nan disponsori WHO (Butte, López-Alarcón & Garza, 2002) menunjukkan bahwa ibu menyusui memerlukan tambahan daya untuk menghasilkan ASI.

Kalori nan Dibutuhkan Ibu Menyusui

Ilustrasi ibu menyusui di tempat umum. Foto: Shutterstock

Menurut Riset WHO, ibu menyusui memerlukan sekitar 500–675 kalori per hari pada periode ini.

Kalori tambahan ini bukan nomor sembarangan. Secara sederhana, jumlah tersebut kurang lebih setara dengan satu porsi besar makanan harian seperti nasi komplit lauk sering nan sering juga dianalogikan seperti 1 balut nasi padang.

Namun, kebutuhan daya ini rupanya berbeda pada setiap ibu. Dalam temuan tersebut dijelaskan, ibu dengan status gizi baik dan kenaikan berat badan kehamilan nan cukup umumnya memerlukan tambahan sekitar 2,1 MJ per hari (±505 kkal).

Sementara ibu nan mengalami kekurangan gizi alias kenaikan berat badan kehamilan nan tidak optimal bisa memerlukan hingga 2,8 MJ per hari (±675 kkal) selama enam bulan pertama laktasi, Moms.

Artinya, tubuh setiap ibu punya kalkulasi daya nan berbeda, tergantung kondisi sebelum dan selama kehamilan.

Lalu Bagaimana setelah Enam Bulan Pertama?

Kebutuhan daya saat menyusui tidak langsung berhenti, tetapi menjadi lebih bervariasi. Produksi ASI pada periode ini sangat dipengaruhi oleh MPASI dan gelombang menyusui.

Kenapa Ibu Menyusui Mudah Lapar?

Rasa lapar nan meningkat sebenarnya adalah sinyal alami tubuh bahwa daya sedang banyak digunakan untuk produksi ASI. Jadi bukan sekadar nafsu makan naik tapi memang ada kebutuhan biologis nan meningkat.

Namun krusial diingat, bukan berfaedah kudu makan tanpa kontrol. nan lebih krusial adalah kualitas asupan, Moms.

Ibu menyusui tetap perlu menjaga pola makan bergizi seimbang seperti karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, sayur, buah, dan cairan nan cukup.

Dengan begitu, daya nan masuk betul-betul mendukung produksi ASI sekaligus menjaga kesehatan ibu, Moms.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan