Sleman, CNN Indonesia --
Keluarga Mutfiana, pemilik 'rumah api' di Seyegan, Sleman, DIY menggelar aktivitas yasinan alias angan berbareng saat kejadian kebakaran berulang di kediaman mereka belum juga berakhir.
Mutfiana namalain Fia menuturkan, kejadian kemunculan api misterius di kediamannya sudah berjalan selama 21 hari per Kamis (11/6).
Fia bilang, sampai Kamis ini dia dan family menghitung total sebanyak 125 kali kemunculan api. Hanya saja, untuk intensitasnya diklaim berkurang dibandingkan hari-hari pertama kejadian kebakaran spontan ini muncul.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Api) tetap ada, walaupun jumlahnya turun signifikan," kata Fia ditemui di kediamannya, Kamis malam.
Walau intensitasnya berkurang jauh, dia meyakini ini lantaran barang-barang sudah banyak nan dipindahkan dari dalam rumah. Fia dan sekeluarga juga telah mengungsi ke ruko persis di sebelah utara rumah.
Fia menuturkan, diselenggarakannya angan berbareng dengan mengundang masyarakat sekitar pada malam hari ini diharapkan agar situasi susah ini lekas berakhir, dan family diberikan keselamatan.
Doa berbareng pada malam hari ini turut dibarengi dengan sosialisasi dari pengurus wilayah setempat perihal kejadian kemunculan api ini, meski sejauh ini penyebabnya juga tetap dianalisa secara ilmiah.
"Ilmiahnya tetap jalan, religiusnya juga. Ini kan juga adanya angan berbareng ini juga memberikan penjelasan bahwa tidak perlu cemas walaupun ada retakan-retakan itu, nggak apa-apa, enggak usah resah gitu lho," jelas Fia.
"Karena kan sekarang nan terjadi di masyarakat sekitar itu, resah, panik. 'Piye yo, saya meh pindah ke mana yo jika ada seperti ini', begitu," sambungnya.
Putri Rahmadini nan mengontrak gedung di utara rumah Fia mengamini soal keresahan itu. Rumah kontrakannya ada di sebelah gedung ruko tempat Fia mengungsi.
Putri cemas lantaran dia menyaksikan sendiri handuk nan dia jemur di area belakang kontrakannya tersulut api.
"Kemarin lusa jika nggak salah, pas siang tak tinggal tidur," kata Putri.
Sepenuturan Putri, ada tiga peralatan miliknya nan sudah terbakar. Mau tidak mau dia kudu meningkatkan kewaspadaannya.
"Ya contohnya jika lagi njemur, diawasi," katanya.
Putri sendiri berencana pindah kontrakan. Bukan lantaran resah, tapi memang masa kontraknya lenyap bulan depan.
Sejauh ini, para peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM), UPN 'Veteran' Yogyakarta hingga Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah turun tangan menginvestigasi pemicu kejadian ini. Tiga senyawa diduga sebagai penyebabnya, antara lain gas metana (CH4), gas hidrogen (H2) dan gas fosfin (PH3).
Tim UGM telah mengerahkan unit georadar dan mendeteksi sejumlah retakan nan diduga jadi jalur senyawa pemicu kemunculan api.
Tim peneliti UPN juga sudah melakukan penelitian geomagnetik guna mencari jenis batuan ultrabasa dan vulkanik nan bisa membentuk gas hidrogen.
Survei geolistrik di sekitar rumah Fia juga telah diterapkan demi memetakan lapisan batuan di bawah tanah dan mendeteksi struktur alias rongga nan menjadi jalur keluarnya gas pemicu api.
(gil/kum/gil)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·