Bareskrim Investigasi Bareng Polisi Malaysia Kasus Pilot Bawa Narkoba

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Bareskrim Polri mengaku bakal melakukan investigasi berbareng Polis Di Raja Malaysia (PDRM) untuk mengusut kasus penyelundupan narkoba nan dilakukan oleh Pilot Malaysia Airlines Mohd Saufi bin Othman.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan Satuan Kriminal Narkotika (JSJN) PDRM bakal datang ke Jakarta untuk melakukan investigasi bersama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Betul besok tim dari Kepolisian Malaysia khususnya dari Satuan Narkotika bakal mendatangi Bareskrim Polri untuk melakukan investigasi bersama," ujarnya saat dikonfirmasi lewat pesan singkat.

Sementara itu, Direktur Satuan Kriminal Narkotika PDRM, Datuk Hussein Omar Khan menyebut tim investigasi dan intelijen bakal dikirim untuk mengumpulkan info mengenai jaringan sindikat nan terlibat.

Ia mengatakan tim itu bakal berada di Jakarta dari tanggal 11 hingga 15 Agustus untuk membantu penyelidikan, termasuk mengidentifikasi sumber pasokan narkoba, metode penyelundupan, dan kemungkinan keterkaitan tersangka dengan sindikat di Indonesia.

Datuk Hussein mengatakan PDRM bakal memeriksa seluruh perdagangan narkoba, termasuk sumber pasokan, sindikat nan terlibat, gimana narkoba diperoleh hingga langkah pelaku melewati pemeriksaan keamanan di pintu keluar Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).

Pilot maskapai asing asal Malaysia, Mohd Saufi bin Othman (MSO) ditangkap tim campuran Bareskrim Polri dan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta usai kedapatan membawa narkotika jenis sabu dan ekstasi.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan penangkapan MSO berasal dari proses pengecekan saat pelaku tiba di Terminal 3 Bandara Soetta pada Selasa (28/7) sekitar pukul 23.30 WIB.

Eko menjelaskan dari hasil pemeriksaan didapati peralatan bukti berupa 70.114 butir ekstasi dengan berat kurang lebih 25 kilogram. Selain itu ditemukan juga satu balut paket narkotika jenis sabu seberat 2,7 gram dalam sebuah koper.

Eko menambahkan pelaku sebelumnya juga telah sukses membawa masuk narkotika sebanyak 2 kali ke Indonesia. Rinciannya membawa narkotika jenis sabu ke Sabah dan 7 kilogram sabu ke Jakarta.

Lebih lanjut, dia menyebut dari hasil pemeriksaan pelaku juga terbukti positif mengkonsumsi sabu, ekstasi dan kokain.

(tfq/fra)

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional