Jakarta -
Satresmob Bareskrim Polri berbareng Polres Metro Jakarta Barat membongkar sindikat pencurian sepeda motor (curanmor) ahli kos-kosan. Dalam melancarkan aksinya, salah satu pelaku mengaku sebagai personil polisi dan memakai jaket Reskrim untuk menipu pemilik kos.
Kasubdit III Resmob Bareskrim Polri Kombes Teuku Arsya Khadafi menyebut tersangka berinisial NHK memanfaatkan identitas polisi abal-abal tersebut saat menyewa bilik di kosan nan menjadi target.
"Iya (mengaku polisi). Karena untuk meyakinkan pemilik kos, sehingga nan berkepentingan tidak perlu menunjukkan identitas aslinya pada saat ngekos," kata Arsya melalui keterangannya, Kamis (22/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arsya menyebut, pelaku apalagi memakai jaket bertuliskan 'Reskrim' untuk memantau situasi lingkungan kos selama beberapa hari. Tujuannya agar penduduk sekitar tidak meletakkan curiga.
"Bukan pada saat tindakan (dipakai), tapi saat masuk ke kos-kosan dan giat harian sebelum melaksanakan aksi. Karena biasa ada sekitar dua sampai tiga hari dia pantau situasi. Itu sering dipakai sehingga orang nggak curiga," ungkap Arsya.
Dia menyebut, kasus ini bermulai dari tindakan pencurian di area parkir salah satu indekos di Kembangan, Jakarta Barat. Para korban nan memarkirkan sepeda motornya dalam kondisi setang terkunci mendapati kendaraannya lenyap saat pagi hari.
Sebanyak tiga unit motor penunggu kos lenyap dicuri. Dari hasil rekaman CCTV dan pemeriksaan saksi, diketahui bahwa pelakunya adalah NHK nan merupakan penunggu baru di tempat itu.
"Salah satu pelaku adalah penunggu kos nan baru dua hari kos di TKP. Sementara saksi tidak mengetahui nama pelaku dan nomor handphonenya sudah off," tutur Arsya.
Disebutkan, setelah dua hari mengintai dan membaca situasi, NHK memanggil rekan-rekannya, ialah SLH namalain Ucok dan BDM, untuk mengeksekusi motor para penunggu menggunakan kunci letter T.
Sepeda motor hasil rampasan itu sempat disembunyikan sementara di area parkir mal di area Jakarta Barat. Kemudian dibawa oleh seorang joki ke wilayah Kadupandak, Cianjur, melalui jalur Puncak untuk dijual ke penadah di Sukabumi.
Polisi pertama kali menangkap NHK pada Rabu (14/10) di Sukabumi, Jawa Barat. Dari penangkapan NHK, interogator menyita satu pucuk senjata airsoft gun, satu set kunci letter T, serta busana nan terekam CCTV saat beraksi.
"Selanjutnya dari hasil interogasi tersangka NHK mengakui telah melakukan pencurian tiga unit motor di Kembangan sesuai dengan LP dan diakui juga telah melakukan pencurian di beberapa tempat di antaranya di Ciledug Tangerang, Jakarta Selatan, dan beberapa TKP lainnya," ungkap Arsya.
Pengembangan bersambung ke Kampung Pasir Kupa, Sagaranten, Sukabumi. Di letak tersebut, polisi mengamankan penadah berinisial SML berbareng seorang joki berinisial DK dan pemilik rumah penyimpanan berinisial ADR.
Bersama para tersangka, polisi mendapati 6 unit motor tanpa pelat nomor dan arsip resmi nan disembunyikan di dalam rumah.
"Dari keenam unit motor salah satunya dibeli dari tersangka NHK," tutur Arsya.
Pelaku lainnya ialah SLH namalain Ucok, sukses dibekuk di area lahan kosong pemulung area Cakung, Jakarta Timur pada Jumat (16/10). Dari pengungkapan komplotan ini, polisi total mengamankan 5 orang tersangka, sementara satu pelaku berinisial BDM tetap masuk daftar pencarian orang (DPO).
Para tersangka terancam dijerat Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan (curat) dan Pasal 591 KUHP tentang penadahan. Penyidikan kasus ini dilimpahkan kepada Polres Metro Jakarta Barat.
(ond/dek)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·