Tangguh Yudha
, Jurnalis-Jum'at, 08 Mei 2026 |12:14 WIB

Harga Beras (Foto: Okezone)
JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan rerata nilai beras tetap berada dalam kondisi nan wajar. Diungkap Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa berasas pantauan di sejumlah pasar, beras tetap dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Beras medium Rp 12.900, relatif rendah lantaran HET-nya Rp13.500. Lalu tentu juga ada beras SPHP. Jadi nilai tetap wajar, sehingga selaras dengan Pak Mentan nan menjelaskan tidak selalu swasembada itu dengan nilai murah, tapi nilai wajar," katanya usai blusukan di Pasar Dramaga, Bogor, Jawa Barat dikutip Jumat (8/5/2026).
Ketut menuturkan intensitas pengawasan ke pasar-pasar krusial untuk terus dilakukan seiring dengan penggencaran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Beras (SPHP) beras. Selain itu, Bapanas juga bakal menghimpun masukan dari asosiasi perberasan seperti Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi).
"Upaya nan kita lakukan adalah pengawasan pasar. Lalu nan kedua untuk stabilisasi melakukan SPHP dan nan ketiga tentu kelak kita bakal melakukan rapat koordinasi dengan teman-teman Perpadi. Kita bakal meminta masukan, menggali semua permasalahan, sehingga kelak pemerintah bisa mengambil satu kebijakan nan juga bisa implementatif," ujar Ketut.
Kepala Bapanas nan juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman kelaziman nilai beras di tingkat konsumen sendiri sangat bertalian erat dengan nilai di tingkat petani juga. Menurutnya, nilai jual di tingkat konsumen tidak boleh menekan pendapatan petani.
Berangkat dari rerata pendapatan sekitar Rp 13 juta setiap panen dengan dugaan 2 kali panen dalam setahun. Rerata pendapatan ini senada dengan Sensus Pertanian 2023 Tahap II nan menyebut pendapatan setahun unit upaya pertanian nan berkategori petani skala mini di nomor Rp 26,6 juta alias kurang dari itu.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nomor tersebut merupakan periode pemisah 40 persen terendah dari pendapatan seluruh upaya pertanian.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·