Bantuan Pangan Tiga Bulan Mulai Disalurkan

Sedang Trending 47 menit yang lalu
Bantuan Pangan Tiga Bulan Mulai Disalurkan Beras nan bakal disalurkan untuk support pangan di Kabupaten Indramayu.(Dok.DKPP Indramayu)

PERUM Bulog mulai menyalurkan bantuan pangan beras untuk alokasi Juli-September 2026 di sejumlah daerah. Penyaluran dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pangan family penerima faedah tetap terpenuhi.

Di Kota Yogyakarta, penyaluran support pangan dimulai Selasa (11/8). Setiap Penerima Bantuan Pangan (PBP) menerima 30 kilogram beras sekaligus untuk alokasi tiga bulan, masing-masing 10 kilogram per bulan.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Yogyakarta Dedi Aprilyadi mengatakan penyaluran support pangan bakal berjalan hingga 30 September 2026. Program tersebut merupakan bagian dari jaring pengaman sosial pemerintah.

“Kegiatan ini sebagai salah satu jaring pengaman sosial untuk menjaga daya beli masyarakat, memperkuat stabilitas pangan nasional, dan membantu memenuhi kebutuhan pangan di rumah,” ujar Dedi.

Menurut dia, skema penyaluran periode Juli-September berbeda dengan periode Februari-Maret 2026. Pada periode sebelumnya, setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras dan dua liter minyak goreng Minyakita untuk setiap alokasi. Kali ini support diberikan dalam corak beras sebanyak 10 kilogram per bulan dan disalurkan sekaligus sebanyak 30 kilogram.

Penetapan penerima merujuk pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) nan dikeluarkan Kementerian Sosial. Jumlah penerima di Daerah Istimewa Yogyakarta meningkat dari 491.756 PBP pada periode Februari-Maret menjadi 522.956 PBP untuk periode Juli-September. Khusus Kota Yogyakarta, sebanyak 27.426 PBP menerima support dengan kriteria penerima faedah berada pada desil 1 hingga desil 4.

Dedi meminta masyarakat melaporkan andaikan beras nan diterima tidak sesuai kualitas. Bulog, kata dia, bakal melakukan penukaran terhadap beras tersebut. “Apabila ada penerima support nan mendapatkan beras tidak sesuai kualitas, tolong informasikan kepada kami. Kami bakal segera melakukan penukaran,” tegasnya.

Kepala Bidang Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Ashardini Eka Setianingsih mengatakan support tersebut diharapkan mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.

“Melalui support pangan ini, kita berambisi beban pengeluaran family dapat berkurang sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan kebutuhan pangan dapat terpenuhi. Pangan adalah kebutuhan nan paling mendasar,” katanya.

317.133 PENERIMA
Penyaluran support pangan juga disiapkan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Pemkab Indramayu melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) bekerja-sama dengan Perum Bulog Cabang Indramayu untuk menyalurkan support beras bagi periode Juli-September.

Kepala DKPP Kabupaten Indramayu Sugeng Heryanto mengatakan support tersebut bakal diberikan kepada sekitar 317.133 PBP. Jumlah tersebut meningkat sekitar 3.004 penerima dibandingkan alokasi sebelumnya. “Bantuan pangan diberikan untuk periode Juli, Agustus dan September 2026,” ujar Sugeng, Selasa (11/8).

Setiap penerima mendapatkan 10 kilogram beras per bulan sehingga total support nan diterima selama tiga bulan mencapai 30 kilogram. Berbeda dengan periode sebelumnya, support kali ini hanya berupa beras tanpa tambahan minyak goreng.

Program tersebut merupakan support pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas). Sugeng menilai support krusial bagi masyarakat Indramayu nan memasuki masa paceklik dan awal musim tanam.

“Bantuan pangan ini sangat krusial untuk meringankan beban masyarakat. Terlebih saat ini sebagian besar wilayah di Kabupaten Indramayu memasuki masa paceklik dan baru memulai musim tanam,” katanya.

Beras nan disalurkan merupakan beras medium hasil penyerapan dari petani lokal Indramayu. “Semua hasil pengadaan dari panennya orang Indramayu. Tidak ada beras dari luar Indramayu, apalagi beras impor,” tegas Sugeng.

PASOK BERAS PREMIUM
Selain support pangan, Bulog Indramayu memperkuat pasokan beras komersial untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bulog memasok beras premium ke sejumlah pasar ritel modern di Kabupaten Indramayu.

Pimpinan Perum Bulog Kancab Indramayu Apip Wijaya mengatakan masyarakat sekarang mempunyai pilihan beras premium selain beras medium program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). “Masyarakat sekarang mempunyai lebih banyak pilihan untuk mendapatkan beras berbobot dengan nilai nan tetap sesuai ketentuan pemerintah,” kata Apip, Kamis (6/8).

Beras premium nan dipasarkan antara lain Beras Punokawan dan Beras Befood bungkusan lima kilogram dengan nilai Rp74.500 per bungkusan alias Rp14.900 per kilogram.

Untuk menjaga pasokan, Bulog se-Jawa Barat mempunyai stok beras premium hasil produksi Sentra Penggilingan Padi (SPP) sekitar 3.000 ton setara beras. “Kami berambisi masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan. Kami memastikan pengedaran beras SPHP maupun beras premium bakal terus diperkuat,” ujar Apip.

STOK BERAS 
Sementara itu, stok beras di Gudang Bulog Meger, Klaten, Jawa Tengah, tercatat 16.300 ton per 11 Agustus 2026. Stok tersebut dinilai kondusif untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun, meski penyaluran support pangan bakal mengurangi persediaan secara bertahap.

Kepala Gudang Bulog Meger Sulistyanto mengatakan stok beras tetap kondusif meski terjadi penyaluran support pangan kepada 179.842 family penerima faedah di Klaten.

“Stok beras aman, kendati pada Agustus-September 2026 bakal ada penyaluran support pangan berupa beras kepada 179.842 family penerima faedah di Klaten,” ujar Sulistyanto, Selasa (11/8).

Penyaluran tersebut merupakan penugasan Badan Pangan Nasional dengan alokasi tiga bulan. Setiap penerima mendapatkan 30 kilogram beras.
Di Bangka Belitung, Perum Bulog juga memastikan stok beras kondusif di tengah musim kemarau. Kepala Perum Bulog Bangka Dimas Wage Tantri menyebut stok beras medium dan premium di penyimpanan mencapai sekitar 4.000 ton.

“Stok kita di penyimpanan ada 4.000 ton, jumlah ini kami rasa mencukupi untuk kebutuhan beras Babel hingga tiga bulan ke depan,” kata Dimas, Minggu (2/8).

Dimas meminta masyarakat tidak cemas terhadap kesiapan beras. Menurut dia, akibat musim tandus terhadap lahan persawahan belum memengaruhi stok beras nan tersedia di penyimpanan Bulog.

Rangkaian penyaluran support pangan dan penguatan stok tersebut menunjukkan pemerintah dan Bulog berupaya menjaga kesiapan beras sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh pangan dengan nilai dan pasokan nan terjaga. (UL/JI/RF/E-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia