Jakarta -
Pemerintah memutuskan kembali memberikan support pangan beras selama 3 bulan. Bantuan ini untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah potensi kenaikan nilai pangan.
Kebijakan ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) usai Rapat Koordinasi Pembahasan Perkembangan Harga Komoditas Pangan di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
"Masuk musim tandus kelak dan juga memandang perkembangan nan terakhir agar harga-harga sembako tidak boleh naik dalam situasi apa pun. Arahan Bapak Presiden, tidak boleh membikin masyarakat jadi susah. Oleh lantaran itu support beras alias support pangan kita tambah tiga bulan," teran Zulhas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bantuan beras mulai bergulir Juli nanti, berjalan selama 3 bulan. Namun, Zulhas belum bisa memastikan bisa bersambung selama 3 bulan berturut-turut di Agustus dan September lantaran perlu menyesuaikan dengan kondisi musim paceklik.
Bantuan beras ini sebanyak 10 kilogram per bulan dan bakal mengalir kepada 33,2 juta family penerima manfaat. Pelaksana program support ini adalah Kementerian Sosial.
"Tapi nan Juli harus. Berarti lebih kurang 1 juta ton," ujarnya.
Zulhas menambahkan support ini tidak bakal berakibat terhadap stok beras nan ada. Pasalnya kata Zulhas, saat ini stok beras Indonesia mencapai 5,2 juta ton.
"Jadi jika stok kita 5,2 juta ton bakal berkurang sekitar 1 juta ton," tutur Zulhas.
(hrp/hns)
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·