Bantai Juventus 3-0, Gennaro Gattuso Minta Lazio Tak Besar Kepala

Sedang Trending 4 jam yang lalu
Bantai Juventus 3-0, Gennaro Gattuso Minta Lazio Tak Besar Kepala Lazio sukses membantai Juventus 3-0 di Turin dan mencatatkan awal musim terbaik sepanjang sejarah klub. Gennaro Gattuso peringatkan timnya untuk tidak jumawa.(Lazio)

LAZIO terus menunjukkan performa impresif di Serie A setelah sukses menundukkan Juventus dengan skor telak 3-0 di kandangnya sendiri. Hasil ini mempertegas langkah The Aquile nan sekarang menempel ketat Inter Milan di puncak klasemen dengan raihan 19 poin dari tujuh pertandingan.

Kemenangan di Turin ini menjadi momen bersejarah, karena Lazio belum pernah mengamankan tiga poin di markas Juventus sejak Oktober 2017. Tiga gol kemenangan tim tamu dicetak melalui sundulan Oliver Provstgaard, tembakan Gustav Isaksen, serta tindakan perseorangan Fisayo Dele-Bashiru nan menggiring bola dari area pertahanannya sendiri jelang laga berakhir.

Hasil tersebut secara resmi mencatatkan start awal musim terbaik Lazio sepanjang sejarah, apalagi melampaui pencapaian skuad juara saat meraih Scudetto pada musim 1999/2000.

Pelatih Lazio, Gennaro Gattuso, mengaku sangat bangga atas pencapaian anak asuhnya, meski dia tetap meminta tim untuk membumi.

"Ini pertama kalinya saya menang di sini sejak melakoni pekerjaan ini. Saya dan staf menyampaikan ide, tetapi para pemain nan menerapkannya di lapangan, jadi merekalah nan layak mendapat pujian," ujar Gattuso kepada DAZN Italia.

"Kami bekerja keras dalam latihan, tetapi kami telah membentuk unit family nan nyata di sini. Pihak klub juga layak mendapat pujian, lantaran kami punya sedikit duit untuk bursa transfer, tetapi kami mencari orang-orang baik nan berkeinginan dan mau datang ke sini dengan segala cara. Memang butuh waktu, kami tidak punya banyak uang, tetapi mudah bagi saya untuk melatih mereka," lanjutnya.

Langkah Maju dan Pembentukan Karakter Tim

Kemenangan ini terasa semakin manis mengingat Lazio tampil tanpa sejumlah pemain pilar nan dibekap cedera, seperti Albert Gudmundsson, Matteo Cancellieri, Nicolò Rovella, Alessio Furlanetto, dan Adam Marusic. Hasil ini sekaligus membalikkan keraguan di awal musim saat Lazio sempat tersingkir lebih awal dari Coppa Italia dan kesulitan mendatangkan pemain baru.

Meskipun laju tim sedang sangat positif dengan meraih enam kemenangan dan satu hasil seri dari tujuh laga awal, Gattuso enggan angkuh dan meminta timnya konsentrasi dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya.

"Kami tidak boleh memandang tabel klasemen saat ini. Kami bakal menikmati kemenangan luar biasa ini, tetapi setelah itu menundukkan kepala dan kembali bekerja menjelang laga melawan Parma. Kami tidak terbiasa berada di atas sana, dan mungkin kami juga belum siap untuk itu, tetapi jika kami menjalani pertandingan satu per satu, kami bisa mengejutkan orang-orang," kata Gattuso.

"Mentalitas dan rasa lapar itu penting, lantaran kami memasuki jarak babak pertama dengan kelebihan 1-0. Kami mengambil akibat dalam pertandingan melawan Milan dan Venezia, tetapi kali ini saya pikir kami mengambil langkah maju dalam perihal mengendalikan permainan," tambahnya.

Dalam laga tersebut, strategi Gattuso terbukti efektif meredam strategi musuh dengan menumpuk pemain di area sayap serta menerapkan disiplin garis pertahanan nan sukses memicu enam kali jebakan offside bagi pemain Juventus.

Gattuso menekankan bahwa kunci sukses timnya saat ini terletak pada kedisiplinan dan menjaga mentalitas para pemain agar tidak mudah menyerah.

"Hal-hal nan saya pegang teguh, kudu mereka ikuti dan selesai. Saya pikir itulah rahasianya. Pengalaman saya di luar negeri juga membantu saya mempelajari beragam mentalitas berbeda," jelas Gattuso.

Kemenangan berbobot ini juga dirayakan secara emosional berbareng para pendukung setia Lazio nan datang langsung di Turin, di tengah tindakan boikot laga kandang nan tetap berjalan dari para suporter terhadap Presiden Klub, Claudio Lotito. (Football-Italia/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑